CIA di Balik Pertemuan Kim Jong Un - Moon Jae-in? Ini Jejaknya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur CIA Mike Pompeo dan Pemimpin Korut Kim Jong Un. Yonhap

    Direktur CIA Mike Pompeo dan Pemimpin Korut Kim Jong Un. Yonhap

    TEMPO.CO, Jakarta - CIA, Badan Intelijen Amerika Serikat, disebut memainkan peran besar dalam mewujudkan Konferensi Tingkat Tinggi, KTT, Korea Utara dan Korea Selatan, Jumat, 27 April 2018.

    Pakar masalah Korea Utara,  Michael Chossudovksy seperti dimuat di www.globalresearch.ca tanggal 27 April 2018 menjelaskan, jejak keterlibatan CIA yang bermuara pada kesediaan Kim Jong Un menghadiri KTT di garis demiliterisasi atau DMZ, Panmunjoem telah menghasilkan deklarasi yang mengejutkan masyarakat dunia.

    Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, berbicara dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat rapat di Rumah Perdamaian di di desa gencatan senjata Panmunjom, 27 April 2018. Kim Jong-un menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang menjejakkan kaki di Korea Selatan sejak dihentikannya Perang Korea 1950-1953. Korea Summit Press Pool/Pool via Reuters

    Berikut jejak CIA dalam mendorong pertemuan Kim Jong Un dan Moon Jae-in yang diklaim media internasional peristiwa paling bersejarah sejak Perang Korea:

    1. Direktur CIA, Mike Pompeo tiba di Pyongyang, Korea Utara pada akhir Maret lalu setelah Hari Raya Paskah. Pompeo melakukan pertemuan rahasia dengan Kim Jong Un.

    Presiden Donald Trump membenarkan keberangkatan Pompeo ke Korea Utara, seperti dikutip Business Insider, 18 April 2018.

    "Mike Pompeo bertemu Kim Jong Un di Korea Utara pekan lalu," kata Trump lewat akun Twitter pada Rabu pagi, 18 April 2018.

    Menurut Trump, pertemuan itu berlangsung sangat mulus dan bernuansa pertemanan yang baik.

    Menurut laporan The New York Times, 18 April 2018, Trump memutuskan untuk mengirim Pompeo ke Korea Utara. Putusan ini diambil sebulan setelah Trump menunjuk Pompeo untuk menjabat sebagai menteri luar negeri menggantikan Rex Tillerson.

    "Detil Konferensi sedang dikerjakan sekarang. Denuklirisasi akan menjadi sesuatu yang besar bagi Dunia, juga bagi Korea Utara!" ujar Trump tentang pertemuan rahasia Pompeo ke Korea Utara.

    2. CIA telah berhubungan baik dan bekerja rangkap dengan rekan kerjanya Badan Intelijen Korea Selatan, KCIA yang sekarang bertukar nama menjadi Badan Intelijen Nasional.

    3. KCIA yang dibentuk tahun 1961 oleh presiden Park Chungp-hee, presiden yang didukung oleh Amerika Serikat, bekerja di bawah kendali CIA.

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri), dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berangkulan setelah menandatangani pernyataan bersama di desa perbatasan Panmunjom di Zona Demiliterisasi, Korea Selatan, 27 April 2018. AP

    4. KCIA bekerja sama dengan rekannya badan intelijen Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang 2018 yang dihadiri kontigen atlet Korea Utara.  Kehadiran kontingen Korea Utara dalam perhelatan olahraga internasionla ini merupakan serial dari operasi intelijen Korea Selatan dan Korea Utara untuk mematangkan konferensi tingkat tinggi Korea Utara dan Korea Selatan.

    5. Chung Eui-yong, penasehat Badan Intelijen Naison di pemerintahan Moon Jae-in ikut dalam delegasi Korea Selatan untuk melakukan negosiasi dengan rekan kerjanya di Pyongyang awal Maret 2018. Chung Eui-yong bekerja untuk kepentingan Korea Selatan namun secara tidak langsung ia bertugas untuk Amerika Serikat.

    6. Chung Eui-yong bersama 4 pejabat senior Korea Selatan bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong Ung di Pyongyang. Delegasi juga diundang makan malam oleh Kim Jong Un pada hari Senin malam, 5 Maret 2018.

    7. Suh Hoon ditunjuk Presiden Moon pada Mei 2017 sebagai Kepala Badan Intelijen Nasional Korea Utara. Penunjukkan Suh Hoon atas persetujuan Washington.

    8. Pembicaraan soal Pyongyang, Chung Eui-yong dan Suh Hoon tidak akan mengambil langkah tanpa berkonsultasi dengan Direktur CIA, Mikeo Pompeo dan Penasehat Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat, H.R. McMaster.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.