Kuwait Terbitkan Surat Penahanan Tiga Diplomat Filipina

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Filipina berunjuk rasa meminta keadilan bagi tenaga kerja wanita Joanna Demafelis, yang tewas dibunuh majikannya di Kuwait. Reuters

    Warga Filipina berunjuk rasa meminta keadilan bagi tenaga kerja wanita Joanna Demafelis, yang tewas dibunuh majikannya di Kuwait. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Filipina membenarkan pemerintah Kuwait telah menerbitkan surat penahanan terhadap tiga diplomat Filipina dan menahan empat staf lokal Kedutaan Besar Filipina di Kuwait. 

    “Kami telah mengajukan sebuah nota diplomatik kepada Kedutaan Besar Kuwait di Filipina untuk menekankan terkejutnya kami atas pernyataan Duta Besar Renato Pedro Villa sebagai person non-grata menyusul penahanan 4 warga yang direkrut oleh Kedutaan Besar Filipina dan menerbitkan surat penahanan terhadap tiga diplomat,” demikian keterangan Dapartemen hubungan luar negeri Filipina atau DFA, seperti dikutip dari situs english.alarabiya.net pada Jumat, 27 April 2018.

    Baca: Kuwait Usir Duta Besar Filipina yang Memperjuangkan Hak Buruh 

    Staff kedutaan besar menyelamatkan seorang pekerja asal Filipina. Foto: Departemen Luar Negeri Filipina

    Surat penahanan terhadap tiga diplomat Filipina ini muncul sehari setelah Kuwait mengatakan ada dua staf kedutaan yang tertangkap dalam rekaman video sedang menyelamatkan asisten rumah tangga dari Filipina kabur dari rumah majikannya. Rekaman vidoe ini telah beredar luas.

    Baca: Pekerja Filipina Dilecehkan, Duterte Ingatkan Kuwait: Harga Diri 

    Pengacara pemerintah Kuwait, Nawaf al-Fuzaia, dalam wawancara dengan al-Arabiya mengatakan tindakan Kedutaan Filipina ‘menculik’ asisten rumah tangga dari majikannya yang warga negara Kuwait telah dipandang sebagai sebuah tindakan kriminal, yang dilakukan di wilayah Kuwait. Bukti hukum yang dikantongi pemerintah Kuwait diantaranya sejumlah rekaman video yang memperlihatkan staf kedutaan melakukan sebuah tindakan kriminal dan Kuwait berhak menanyai mereka yang melakukan tindakan kriminal dan menyerahkannya ke otoritas berwenang.     

    Pemerintah Kuwait sebelumnya secara resmi telah meminta Duta Besar Filipina untuk Kuwait, Renato Villa, untuk meninggalkan Kuwait dalam tempo satu Minggu setelah dinyatakan persona non-grata atau orang yang tidak boleh hadir di suatu negara. Sebaliknya, Kuwait pun telah menarik utusan khususnya dari Ibu Kota Manila pada Rabu, 25 April 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.