5 Alasan KTT Kim Jong Un - Moon Jae-in Disebut Paling Bersejarah

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kim Jong Un mengunjungi sebuah pabrik di Pyongyang, 4 November 2017. Kantor berita Korea Utara (KCNA) merilis foto ini dirilis menjelang kedatangan presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Asia. KCNA via Reuters

    Kim Jong Un mengunjungi sebuah pabrik di Pyongyang, 4 November 2017. Kantor berita Korea Utara (KCNA) merilis foto ini dirilis menjelang kedatangan presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Asia. KCNA via Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta -Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in disebut sebagai pertemuan paling bersejarah. Meski pertemuan seperti ini bukan yang pertama kali terjadi.

    Baca: Pertama, Kim Jong Un ke Korea Selatan dan Bawa 9 Pejabat Top

    Kenapa pertemuan Kim Jong Un dan Moon Jae-in hari Jumat, 27 April 2018 disebut paling bersejarah sejak Perang Korea? Berikut alasannya, seperti dikutip dari Korea Times, 26 April 2018. 

    1. Dalam dua KTT, tahun 2000 dan 2007, diselenggarakan di Pyongyang, ibukota Korea Utara. KTT tahun 2000 mempertemukan presiden Korea Selatan, Kim Dae-jung bertemu Kim Jong-il, ayah Kim Jong Un. Dan pada tahun 2007, antara presiden Korea Selatan Roh Moo-hyun dengan Kim Jong Il.

    2. Untuk pertama kali pemimpin Korea Utara menginjakkan kaki di wilayah Korea Selatan. Sebelumnya, adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong menginjakkan kaki di Korea Selatan untuk menghadiri Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang dan bertemu sejumlah pejabat top Korea Selatan.

    3. Untuk pertama kali kedua pemimpin Korea ini sepakat memilih bertemu di Rumah Perdamaian di Pamunjom, di sebelah selatan garis demarkasi atau DMZ.

    Dua tentara Korea Selatan dan tentara AS, berdiri di sisi selatan selama tur pers di desa perbatasan Panmunjom di Zona Demiliterisasi atau DMZ, Korea Selatan, 18 April 2018. Pertemuan ini bertujuan untuk mengakhiri perseteruan kedua bangsa serumpun. AP/Lee Jin-man

    Baca: PBB: Jangan Lupakan Pelanggaran HAM di Korea Utara

    4. Kedua pemimpin Korea juga sepakat memfokuskan pembicaraan mereka mengenai denuklirisasi Korea Utara. Seoul, seperti dikutip dari Korea Times, tidak membahas agenda kerja sama ekonomi.

    Saat KTT tahun 2000, Kim Dae-jung dan Kim Jong Il menghasilkan Deklarasi Bersama pada 15 Juni 2000 yang isinya terutama mengenai garis besar arah menuju unifikasi dan isu kemanusiaan. Hasil dari deklarasi ini adalah berdirinya Komples Industri Gaeseong, zona industri dua Korea.

    Pada KTT tahun 2007, Roh Moo-hyun dan Kim Jong Il menyepakati deklarasi 4 Oktober 2007 yang memperluas kerja sama ekonomi dan budaya. Adapun isu senjata nuklir tidak dibahas. Saat itu pembahasan denuklirisasi yang melibatkan 6 negara menekan Korea Utara untuk melakukan denuklirisasi.

    5. Korea Selatan akan membuat kantor penghubung secara permanen di perbatasan untuk menjalankan hasil dari KTT yang diadakan Kim Jong Un dan Moon Jae-in, seraya memastikan terawatnya komunikasi antar kedua pejabat pemerintah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.