Menhan Israel Terbang ke Amerika Serikat Bicarakan Ekspansi Iran

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Avigdor Lieberman berbicara pada Konferensi Keamanan Munich ke-53 di Munich, 19 Februari 2017. (Reuters)

    Avigdor Lieberman berbicara pada Konferensi Keamanan Munich ke-53 di Munich, 19 Februari 2017. (Reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, terbang ke Amerika Serikat, Rabu 25 April 2018, untuk membicarakan masalah ekspansi Iran di Timur Tengah terutama di Suriah.

    Selama lawatannya di Amerika Serikat, jelas kantor Kementerian Luar Negeri Israel, Lieberman akan bertemu dengan rekannya James Mattis, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dan anggota Senat.

    Baca: Israel: Tembakan Itu Pesan Jelas Bagi Iran

    Sebuah rudal jarak menengah yang diluncurkan oleh militer Iran yang ditargetkan pada militan ISIS Suriah di Kermanshah, Iran, 19 Juni 2017. Iran percaya, markas teroris yang dirudal adalah kelompok yang bertanggung jawab atas serangan kembar di Teheran. (IRIB News Agency, Morteza Fakhrinejad via AP)

    "Pertemuan akan fokus pada koordinasi keamanan antara Israel dan Amerika Serikat dalam menghadapi ekspansi Iran di Timur Tengah, terutama di Suriah," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel seperti dikutip Al Arabiya, Rabu.

    Kunjungan Lieberman itu berlangsung menjelang deadline 12 Mei 2018 ketika Presiden Donald Trump memutuskan tentang nasib kesepakatan nuklir antara Iran dengan enam negara superkuat, termasuk Amerika Serikat.Turki, Rusia dan Iran berkomitmen menciptaka perdamaian abadi di Suriah. [Anadolu]

    Iran, saat ini, dianggap sebagai negara yang memiliki pengaruh luar biasa di Timur Tengah. Dalam perang Suriah, Iran terang-terangan mendukung rezim Presiden Bashar al Assad. Sebaliknya, Israel dan sekutu dekatnya Amerika Serikat ingin mendongkel Assad.

    Baca: Israel - Arab Saudi Siap Berbagi Info Intelijen Tentang Iran

    Tak hanya Israel yang memandang Iran sebagai sebuah negara berbahaya. Arab Saudi yang kini menjadi kekuatan baru juga melihat Iran musuh utamanya. Persaingan Iran dan Arab Saudi tampak dalam krisis Yaman. Iran menyokong Houthi sementara Arab Saudi mendukung pemerintahan Aden.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.