Pria Australia Tembak Istrinya Karena Tak Mau Diajak Berlibur

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rosemary Gibson tewas ditembak suaminya di Victoria, Australia. [Daily Mail]

    Rosemary Gibson tewas ditembak suaminya di Victoria, Australia. [Daily Mail]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang suami di Victoria, Australia, menghabisi nyawa istrinya di depan cucu ketika belahan jiwanya itu sedang tidur di kursi malas. Pembunuhan itu diawali cekcok mulut karena istrinya tak mau diajak berlibur.

    "Dia menembak istrinya dua kali di bagian kepala ketika korban dalam keadaan tidur di kursi. Alasannya, istrinya tidak mau diajak berlibur," tulis Daily Mail mengutip keterangan terdakwa di depan hakim, Rabu 25 April 2018.

    Baca: Turis Australia Pembunuh Polisi di Bali Jalani Tes Kejiwaan

    Alan Gibson bergambar bersama istrinya, Rosemary, di masa bahagia. [Daily Mail]

    Pria tega itu, tulis Daily Mail, bernama Alan Charles Gibson berusia 67 tahun. Dia menggunakan pistol kaliber 22 untuk membunuh istrinya, Rosemary, 44 tahun, di rumahnya di Tralagon, Victoria, Australia pada 15 April 2016.

    Menurut laporan ABC, Gibson menyesal atas perbuatannya. Dia meminta maaf kepada keluarganya. "Ketika itu, saya hanya ingin berlibur bersamanya," kata Gibson.

    Sebelum tewas ditembak, Rosemary merawat kedua orang tuanya yang sudah mulai sepuh. Dia tidak mau melakukan perjalanan jauh di masa pensiunnya sebagaimana yang sudah pernah mereka rencanakan.Polisi berjaga-jaga di luar rumah Gibson di Traralgon, Victoria, Australian,pada 14 April 2016. (ABC News: Sarah Farnsworth)

    Pembunuhan itu bermula cekcok mulut antara Gibson dan istrinya mengenai ketidaksediaan Rosemary menemani suaminya berlibur. Alasan Rosemary, dia terlalu lelah dan tidak bisa meninggalkan ibu dan bapaknya tanpa ada yang memberikan bantuan.

    "Penolakan ini membuat Gibson marah. Sebab, istrinya dianggap tidak mau menghabiskan waktu bersamanya."

    Baca: Holly Dibunuh, Gatot Berbohong di Australia

    Tak lama kemudian, setelah terjadi pertengkaran mulut, Gibson membersihkan rumah dan membakar sampah. Setelah itu, dia masuk rumah dan menembak istrinya yang sedang terlelap tidur di kursi. Atas perbuatannya, Gibson akan dihukum penjara oleh pengadilan negara bagian Victoria, Australia, dalam beberapa hari ke depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.