Amerika Serikat Prioritaskan Dubes ke Seoul, Australia Kecewa

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julie Bishop. Reuters

    Julie Bishop. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik internasional Australia terkejut ketika Amerika Serikat memutuskan menunjuk Laksamana Harry Harris sebagai Duta Besar Korea Selatan. Menurutnya, Harris jauh hari sudah digadang-gadang akan berkantor di Canberra.

    Meskipun tidak menyampaikan protes terkait keputusan pemerintahan Donald Trump itu, beberapa pengamat mengatakan, langkah mengejutkan tersebut menjadi sebuah pesan mengerikan bagi Australia.

    Baca: Ini Alasan Australia Panggil Pulang Semua Duta Besarnya

    Donald Trump menunjuk Laksamana Harry Harris menjadi Duta Besar Amerika Serikt untuk Korea Selatan. (Reuters: Yuri Gripas)

    Australia menunggu hampir setahun untuk memiliki Duta Besar Amerika Serikat. Namun ketika penantian itu tampaknya akan segera berakhir, Amerika Serikat justru memutuskan  menempatkan Harris, yang pernah menjadi Komandan Pasifik Amerika Serikat, di Korea Selatan.

    Kekosongan Korea Selatan dipandang mendesak mengingat negosiasi berisiko tinggi dengan Korea Utara. Penunjukan ini juga terkait dengan rencana Presiden Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

    Andrew Shearer, penasihat kebijakan senior untuk Pusat Kajian Strategis dan Internasional, mengatakan, Australia diperlakukan Amerika sebagai sekutu kelas dua.Kim Jong Un mengunjungi sebuah pabrik di Pyongyang, 4 November 2017. Kantor berita Korea Utara (KCNA) merilis foto ini dirilis menjelang kedatangan presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Asia. KCNA via Reuters

    "Saya menyesalkan keputusan itu," katanya, seperti dilansir South China Morning Post pada 25 April 2018. “Australia benar-benar korban kolateral terhadap praktik personil shambolic dari administrasi Trump.

    Seorang pengamat politik senior di Brookings Institution, Thomas Wright, mengatakan keputusan Amerika Serikat terkait Harris mengirim pesan "mengerikan" karena itu memberi kesan Australia "bukan prioritas". Wright kemudian mengingatkan agar Amerika menyiapkan pengganti yang sepadan dengan Harris.

    Baca: Kehabisan Akal, Amerika Akan Hancurkan Korea Utara

    Pemerintah Australia, melalui Menteri Luar Negeri, Julie Bishop mengatakan pihaknya memahami prioritas Amerika Serikat di Semenanjung Korea dan meminta agar duta besar baru yang dinominasikan secepat mungkin. Ketika pemerintahan Trump menominasikan Harris sebagai duta besar Australia pada  Februari, itu disambut hangat oleh pemerintah Turnbull.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.