Ini Gaji Terbesar TKI yang Ditagih KBRI Arab Saudi ke Majikan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Buruh Migran Wanita berada di penampungan Tenaga Kerja Indonesia di KBRI, Kuala Lumpur, Malaysia, 30 Juni 2016. Tidak punya bekal pendidikan yang memadai, dan pengalaman yang minim, membuat Warga Indonesia kerap menjadi korban oknum untuk bisa memasuki mereka ke negara lain secara tidak sah (ilegal) untuk mengadu nasib menjadi tenaga kerja. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Sejumlah Buruh Migran Wanita berada di penampungan Tenaga Kerja Indonesia di KBRI, Kuala Lumpur, Malaysia, 30 Juni 2016. Tidak punya bekal pendidikan yang memadai, dan pengalaman yang minim, membuat Warga Indonesia kerap menjadi korban oknum untuk bisa memasuki mereka ke negara lain secara tidak sah (ilegal) untuk mengadu nasib menjadi tenaga kerja. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi, atau KBRI berkomitmen melindungi TKI dengan mengusung jargon ‘Kami datang untuk melayani dan bukan dilayani. Kami datang untuk WNI dan NKRI, bukan untuk pamer dasi’.

    Berpegang pada jargon tersebut, KBRI pun melakukan totalitas membantu para TKI yang menghadapi permasalahan dengan membentuk tim penagih gaji. Tim ini akan turun mengetuk pintu-pintu rumah majikan nakal yang tak melaksanakan kewajiban membayar gaji TKI.

    Baca: Hanif Dhakiri Beberkan Upaya Pemerintah Bebaskan TKI Zaini Misrin

    Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Muhammad Abdullah berpose bersama Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh. Hubungan bilateral kedua negara tetap hangat meski diwarnai beberapa kasus ekaekusi mati TKI di Arab Saudi. Dok. Pribadi

    Baca: Kekerasan TKI Marak, Migrant Care: Aturan Pengiriman Longgar   

    Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, menceritakan pembayaran tunggakan gaji para TKI dibayar melalui uang tunai, transfer hingga cek. Pada 2017, pihaknya berhasil menagih total Rp.40 miliar gaji-gaji para TKI yang tak dibayarkan majikan.   

    Agus mencatat, gaji terbesar seorang TKI yang pernah ditagih pihaknya kepada majikan nakal sebesar Rp.600 juta. TKI yang menerima pembayaran gaji sebesar itu adalah Walis, TKI dari Cirebon. Setelah ditagih, majikan akhirnya membayar gaji Walis dengan cek dalam mata uang rupiah. 

    Selain Walis, Agus mengingat pihaknya pernah pula menagih gaji seorang TKI dari Banten bernama Sukmi. Setelah gajinya ditahan selama tahun-tahun oleh majikan, Sukmi akhirnya menerima pembayaran gaji lebih dari Rp.580 juta.        

    Menyusul tingginya permasalahan yang dihadapi para TKI, Indonesia menerbitkan Kepmenaker Nomor 260 Tahun 2015 Tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan TKI Pada Pengguna Perseorangan di Negara-Negara Kawasan Timur Tengah. Sayangnya, moratorium ini tidak menghentikan pengiriman TKI karena agen pengerah tenaga kerja menggunakan ‘jalur tikus’.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.