Cina Bangun Pangkalan Kapal Selam di Laut Cina Selatan

Reporter:
Editor:

Yon Yoseph

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Guang Niu

    AP/Guang Niu

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina sedang membangun pangkalan angkatan laut baru di kawasan Laut Cina Selatan untuk tempat penempatan kapal selam canggih, baik yang berawak maupun yang tidak berawak. Pangkalan itu akan berlokasi di Sanya, kota di ujung selatan pulau Hainan.

    Baca: Cina Latihan Siaga Perang di Laut Cina Selatan

    Beberapa media lokal melaporkan para pekerja mulai meneliti tempat di Sanya untuk mengumpulkan data sebelum mulai membangunnya pada 2019. Biaya pembangunannya diperkirakan mencapai US $ 85 juta atau setara Rp 1,1 triliun.

    Fasilitas ini dapat melayani antara lima dan tujuh kapal selam, beberapa di antaranya dapat mencapai kedalaman 4.500 meter di bawah air. Kapal-kapal itu dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang kapal asing yang melakukan operasi di Laut Cina Selatan.

    Baca: Cina Hadang 3 Kapal Perang Australia di Laut Cina Selatan

    Pekan lalu, Komandan Pasukan Armada Amerika Serikat, Laksamana Philip Davidson mengungkapkan tentang rencana Cina membangun pangkalan untuk kapal selamnya kepada Kongres untuk membahas pencalonannya untuk menjadi kepala Pasifik.

    “Orang Cina berinvestasi dalam berbagai platform, termasuk kapal selam dengan senjata yang semakin canggih, kendaraan bawah laut tidak berawak dan sensor baru. Mereka juga mengembangkan teknologi lain untuk mendominasi kekuatan bawah laut,” kata Davidson, seperti dilansir Sputnik News pada 21 April 2018.

    Baca: Cina Diam-diam Bangun Persenjataan di Laut Cina Selatan  

    Laporan terkait pengkalan kapal selam Cina itu adalah yang terbaru dari beberapa proyek militer bawah laut Beijing di Laur Cina Selatan.

    Pada Januari lalu, Akademi Ilmu Pengetahuan Cina mengungkapkan sensor akustik bawah air telah ditempatkan secara strategis untuk melacak kapal selam Amerika Serikat ataupun sekutunya. Cina dalam beberapa tahun terakhir terus mengembangkan kemampuan angkatan lautnya, terutama setelah meningkatnya ketegangan di Laut Cina Selatan yang diperebutkan oleh beberapa negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.