Demi Uang, TKI Bertahan di Najran Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh, tengah, menyambangin para WNI yang bekerja kota Najran, yakni sebuah daerah rawan di Arab Saudi yang terdekat dengan Yaman. Sumber: KBRI Riyadh, Arab Saudi.

    Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh, tengah, menyambangin para WNI yang bekerja kota Najran, yakni sebuah daerah rawan di Arab Saudi yang terdekat dengan Yaman. Sumber: KBRI Riyadh, Arab Saudi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi atau KBRI memperkirakan ada sekitar 700 WNI, yang sebagian besar TKI, tinggal di Najran. Kota Najran sebuah wilayah rawan di Arab Saudi karena sering dihujani roket dan rudal dari wilayah Yaman dan merupakan salah satu daerah di Arab Saudi yang terdekat dengan wilayah konflik di Yaman. 

    Menurut Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, kepada Tempo, para TKI atau yang lebih suka disebutnya ekspatriat Indonesia, sudah pernah ditawari oleh pihaknya untuk dievakuasi. Akan tetapi permohonan itu ditolak karena sebagian besar para WNI di sana membutuhkan pekerjaan untuk membiayai hidup. 

    “Saya tawarkan evakuasi, tetapi rata-rata mereka mengatakan ‘kami butuh makan’. Padahal disana roket melintas sudah seperti orang main petasan atau kembang api. Mereka masih merasa nyaman, tetapi kami yang dag dig dug,” kata Agus, Minggu, 22 April 2018.

    Baca: Arab Saudi Perang di Yaman Direstui PBB dan Amerika Serikat

    Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh, menyambangin para WNI yang bekerja kota Najran, yakni sebuah daerah rawan di Arab Saudi yang terdekat dengan Yaman. Sumber: KBRI Riyadh, Arab Saudi.

    Baca: Saudi Siapkan Aturan Soal Drone pasca-Insiden dekat Istana 

    Agus memastikan, para TKI yang ada di Najran bukan korban perdagangan orang atau TPPO. Dan pada Kamis, 19 April 2018, kunjungan Duta Besar Indonesia beserta rombongan ke kota Najran, ditujukan untuk menghadirkan negara di tengah-tengah WNI. 

    Peluncuran rudal jarak jauh yang menyasar wilayah Arab Saudi sudah sampai 120 rudal. Menyusul naiknya frekuensi serangan rudal ke kota Najran dan kota Jizan, KBRI Riyadh telah membentuk Crisis Management Team atau CMT yang dikomandani oleh Atase Pertahanan atau Athan. 

    Saat disambangi oleh Duta Besar Indonesia dan rombongan, para pahlawan devisa di kota Najran itu, meyakinkan selalu bersikap waspada terhadap berbagai kemungkinan, meski hampir setiap minggu mendengar suara dentuman roket dan rudal. 

    “Kami sudah terbiasa dengan suara tersebut dan kami anggap suara petasan, sementara tabrakan rudal roket yang dihadang di udara kami melihatnya sebagai kembang api,” kata salah satu WNI, yang tinggal di Najran, Arab Saudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.