Israel Bantah Mossad Membunuh Ulama Palestina di Malaysia

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Mossad. wikipedia.org

    Logo Mossad. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengatakan kepada media massa, Ahad, 22 April 2018, bahwa ilmuwan Palestina yang tewas ditembak di Malaysia adalah ahli roket, bukan orang suci. Dia membantah agen mata-mata Israel, Mossad, terlibat dalam pembunuhan ilmuwan tersebut.

    Ulama yang juga seorang dosen teknik mesin, Fadi al-Batsh, tewas ditembak oleh dua orang pengendara sebuah sepeda motor dengan 10 luka tembakan pada Sabtu, 21 April 2018. Keterangan tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Malaysia Mazlan Lazim, sebagaimana dikutip Middle East Monitor.

    Baca: Mossad Israel Bunuh Ulama Palestina di Malaysia

    Sanak saudara berkumpul di rumah keluarga Fadi al-Batsh, ulama dan cendikawan Palestina, korban pembunuhan di Malaysia pada 21 April 2018. [DAILY SABAH]

    Menurut Hamas, kelompok militan Islam yang memerintah Jalur Gaza, salah satu anggota terbaiknya tewas dibunuh di Malaysia. Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, yakin Mossad berada di balik pembunuhan ilmuwan Palestina tersebut. "Serangan mematikan terhadap Al-Batsh menyusul serangkaian peristiwa sebelumnya yang dialami para tokoh Palestina," ucapnya.

    Lieberman mengungkapkan, kematian Batsh sepertinya bagian dari perselisihan di internal Palestina. "Kami mendengar hal itu dari berbagai berita. Palestina selalu menyalahkan Israel jika ada peristiwa pembunuhan. Kami sudah terbiasa dengan tudingan itu," katanya kepada Radio Israel.Fadi al-Batsh, ulama dan akademisi Palestina, tewas ditembak agen Israel Mossad di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu 21 April 2018. [Al Jazeera]

    "Pria ini bukan orang suci dan dia tidak terlibat dengan pembangunan infrastruktur di Palestina, kecuali meningkatkan akurasi roket. Kami melihat ada perselisihan di internal Palestina dan itulah yang kami lihat," ujarnya.

    Baca: Malaysia: Kematian Ulama Palestina Libatkan Agen Eropa

    Sedangkan paman Al-Batsh mengatakan kepada kantor berita Reuters di Jalur Gaza, dia sangat yakin Mossad berada di balik pembunuhan keponakannya. Sebab Israel tahu rakyat Palestina akan dibebaskan oleh para ilmuwan.

    Al-Batsh aktif dalam organisasi nonpemerintah pro-Palestina. Dia seorang ahli teknik mesin dan pembuatan roket. Selama aktivitasnya di Malaysia, dia menjadi dosen teknik listrik di Universiti Kuala Lumpur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.