Charles Gantikan Ratu Elizabeth II sebagai Kepala Persemakmuran

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Charles menerima cenderamata dari Kepala Sine Mao Tirsupe, Presiden Dewan Kepala Nasional Malvatumauri dalam kunjungannya ke Vanuatu, 7 April 2018. Kunjungan itu dilakukan pada hari keempat lawatannya selama sepekan di Australia. Steve Parsons/Pool via Reuters

    Pangeran Charles menerima cenderamata dari Kepala Sine Mao Tirsupe, Presiden Dewan Kepala Nasional Malvatumauri dalam kunjungannya ke Vanuatu, 7 April 2018. Kunjungan itu dilakukan pada hari keempat lawatannya selama sepekan di Australia. Steve Parsons/Pool via Reuters

    TEMPO.CO, LondonPangeran Charles resmi ditunjuk menggantikan Ratu Inggris, Elizabeth II sebagai kepala Persemakmuran. Kesepakatan penunjukan Pangeran Charles dibuat dalam pertemuan kepala pemerintahan negara-negara persemakmuran pada Jumat, 20 April 2018.

    "Kami mengakui peran ratu dalam memperjuangkan Persemakmuran dan masyarakatnya," kata pemimpin Persemakmuran dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters, Jumat, 20 April 2018. "Kepala Persemakmuran berikutnya adalah Yang Mulia Pangeran Charles, Pangeran Wales."

    Baca: Gaya Pangeran Charles Saat Terima Gelar Kehormatan di Vanuatu

    Charles menanggapi keputusan ini dengan positif. “Saya sangat tersentuh dan merasa dihormati oleh keputusan kepada negara dan pemerintahan persemakmuran bahwa saya akan meneruskan Ratu Elizabeth sebagai Kepala Persemakmuran,” kata Charles seperti dilansir Telegraph, Jumat, 20 April 2018.

    Baca: Pangeran Charles dan Camilla Masak Bareng Anak-anak Australia

    Ada seruan agar peran itu dirotasi di sekitar 53 negara anggota, yang sebagian besar adalah bekas wilayah jajahan Inggris. Namun, beeberapa hari terakhir ini menunjukkan sikap ratu berusia 91 tahun itu dan pemerintah Inggris serta beberapa pemimpin negara anggoa persemakmuran mendukung Charles, 69 tahun.

    Persemakmuran berevolusi keluar dari kerajaan Inggris pada pertengahan abad ke-20. Ratu Elizabeth II memimpin Persemakmuran sejak pemerintahannya dimulai pada tahun 1952.

    Charles sendiri telah lama disiapkan untuk mengambil peran itu meskipun bukan jabatan yang diwariskan turun-temurun.

    KTT dua tahunan pemimpin negara-negara anggota Persemakmuran Inggris di London pekan ini diasumsikan sebagai yang terakhir dihadiri Ratu EliZabeth II.

    Inggris berusaha untuk menggunakan KTT itu sebagai kesempatan untuk menghidupkan kembali aliansi negara-negara yang memiliki populasi gabungan sebesar 2,4 miliar orang. Inggris mengincar peningkatan perdagangan dan pengaruh global saat bersiap untuk meninggalkan Uni Eropa. Pangeran Charles akan melakukan tugas ini setelah terpilih sebagai raja Inggris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.