Amerika Serikat Hukum Mati Terpidana Tertua

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi eksekusi mati dengan suntikan. ethic.es

    Ilustrasi eksekusi mati dengan suntikan. ethic.es

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang tahanan tertua di Amerika Serikat yang dinyatakan bersalah atas ledakan bom pada 1989 akhirnya dieksekusi mati. Pria berusia 83 tahun tersebut narapidana tertua yang dijatuhi hukuman mati.

    Informasi yang diperoleh dari kantor berita Reuters menyebutkan, narapidana Walter Moody, yang disuntik mati di Pusat Penahanan William C Holman di Atmore pada Kamis malam, 18 April 2018, memecahkan rekor John Nixon yang dijatuhi hukuman mati pada usia 77 di Mississippi pada Desember 2005.

    Baca: Kematian Napi ini Jadi Eksekusi Mati Pertama AS di 2017  

    Ilustrasi eksekusi mati dengan suntik. filcatholic.org

    "Moody dihukum karena ledakan bom pada 1989. Akibat ulahnya, Hakim Pengadilan Amerika Serikat, Robert Vance, 58 tahun, dan pengacara hak sipil Georgia, Robert Robinson, tewas," tulis Reuters.

    Menurut jaksa penuntut umum, Moody mengirim empat bom surat ke hakim setelh korban menjatuhkan vonis kurungan penjara kepada pelaku yang pernah meledakkan bom pada 1972. Sementara itu, bom kedua dikirim ke pengacara untuk mengacaukan penyelidikan. Ilustrasi ranjang tempat napi menerima hukuman suntik mati. Getty Images

    "Dua bom lainnya, termasuk satu dikirim ke Asosiasi Nasional untuk Kemajuan Kantor Orang Berwarna di Florida, berhasil dicegat dan tidak meledak."

    Baca: Amerika Hukum Mati Otak Serangan 11 September

    Moody, yang telah menghabiskan lebih dari 20 tahun di tahanan, tak pernah mengaku bersalah. Dia adalah narapidana tertua di Amerika Serikat yang dihukum mati sejak eksekusi mati dihidupkan kembali pada 1970-an.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?