Babon Cerdik Gunakan Tong Kabur dari Fasilitas di Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Babon betina menggendong bayinya di kawasan konservasi kawah Ngorongoro di Arusha, Tanzania, Afrika, 19 Januari 2015. Tanzania merupakan surganya satwa-satwa liar untuk hidup dengan bebas. (AP Photo)

    Babon betina menggendong bayinya di kawasan konservasi kawah Ngorongoro di Arusha, Tanzania, Afrika, 19 Januari 2015. Tanzania merupakan surganya satwa-satwa liar untuk hidup dengan bebas. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Texas - Sebanyak 4 ekor babon berhasil melarikan diri dari fasilitas pusat penelitian biomedis Texas, Amerika Serikat, setelah memanfaatkan susunan tong besar di kandangnya. Insiden itu menjadikannya peristiwa unik yang menghebohkan publik Negeri Uncle Sam dalam beberapa waktu terakhir.

    Babon-babon yang kabur itu merupakan piaraan Pusat Penelitian Primata Nasional Barat Daya, yang merupakan bagian dari Texas Biomedical Research Institute di San Antonio.

    Baca: Suriah: Amerika Serikat Tarik Diri, Perang dengan Iran Dimulai

    Salah satu saksi mata, Janelle Bouton, mengatakan melihat babon berkeliaran saat dia sedang menuju supermarket.

    “Salah satu babon berhenti di tepi jalan lalu melesat ke arah semak-semak,” kata Bouton kepada stasiun televisi lokal KSAT-TV seperti dilansir ABC News.

    Baca: Digempur Amerika, Rusia Kirim 2 Kapal Perang ke Suriah

    Pusat penelitian ini menampung sekitar 2.500 hewan termasuk 1.100 babon yang digunakan untuk studi tentang obesitas, penyakit jantung, dan penolakan insulin.

    Babon yang hilang itu merupakan bagian dari 133 monyet jantan lain, yang belum digunakan untuk tes medis apa pun. Mereka ditempatkan di sebuah ruang terbuka yang dikelilingi oleh dinding, yang dilipat ke dalam untuk mencegah monyet-monyet itu melompat keluar.

    Namun, 4 babon itu berhasil memanfaatkan tong biru berukuran besar dan mendorongnya ke arah dinding. Lalu babon-babon ini memanjat benda itu untuk melompat keluar.

    Seorang pejabat di fasilitas mengatakan itu peristiwa ini di luar dugaan. "Ini benar-benar kejadian yang unik," Lisa Cruz, asisten wakil humas perusahaan, seperti dilansiir CNN pada 19 April 2018.

    Manajemen fasilitas ini mengatakan tiga babon ditangkap dalam 30 menit setelah melarikan diri. Babon keempat ditangkap setelah para peneliti mengejar dengan menyusuri jalanan yang sibuk.

    Manajemen fasilitas penelitian di Texas, Amerika, ini lalu membuat perubahan pada sistem keamanan untuk mencegah insiden berulang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.