Iran Ganti Dolar AS dengan Euro, Khamenei Merestui

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei memasukan surat suara dalam pemilihan parlemen negara dan Majelis Ahli di Tehran, 26 Februari 2016. Jajak pendapat ini adalah yang pertama sejak Iran dan dunia menyetujui kesepakatan atas program nuklirnya. REUTERS/leader.ir/Handout via Reuters

    Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei memasukan surat suara dalam pemilihan parlemen negara dan Majelis Ahli di Tehran, 26 Februari 2016. Jajak pendapat ini adalah yang pertama sejak Iran dan dunia menyetujui kesepakatan atas program nuklirnya. REUTERS/leader.ir/Handout via Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Iran mulai mengganti penggunaan dolar Amerika Serikat dengan euro dalam transaksi perdagangan luar negerinya. Teheran mengumumkan pergantian mata uang asing itu pada Rabu, 18 April 2018, seiring dengan ketegangan politik antara Iran dan Amerika akhir-akhir ini.

    Baca: Suriah: Amerika Serikat Tarik Diri, Perang dengan Iran Dimulai

    Gubernur Bank Sentral Iran Valiollah Seif menjelaskan, dirinya yang menyarankan pergantian mata uang dolar AS ke euro, mata uang Uni Eropa, kepada pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pekan lalu.

    Menurutnya, Khamenei menyambut baik sarannya itu. "Dolar tidak punya tempat lagi di transaksi kami hari ini," kata Seif, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis, 19 April 2018.

    Sejumlah misil balistik milik Iran yang disimpan di ruang bawah tanah di lokasi yang dirahasiakan, 8 Maret 2016. Meski dapat memuat hulu ledak nuklir, rudal-rudal milik Iran diklaim hanya untuk kepentingan penggentar konvensional. Di antara sejumlah rudal, ada yang mampu menjangkau target sejauh 2.000 kilometer sehingga secara teori sanggup mencapai Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah. REUTERS

    Baca: 3 Perseteruan Iran melawan Amerika Serikat

    Saat ini, Iran kesulitan melakukan perdagangan dengan Amerika akibat dikenai sanksi ekonomi selama beberapa dekade. Karena itu, Iran mengalihkan perdagangannya ke Uni Emirat Arab, Cina, Turki, India, dan Uni Eropa.

    Mitra dagang Iran terbesar saat ini adalah Uni Emirat Arab, yakni 24 persen dari total impor dan ekspor Iran, menyusul Cina 22 persen. Adapun perdagangan dengan Turki, India, dan Uni Eropa sekitar 6 persen.

    Pada masa pemerintahan Donald Trump, hubungan Amerika dan Iran kembali memburuk. Trump telah memasukkan Iran dalam daftar negara mayoritas muslim yang dilarang masuk ke Amerika.

    Baca: Pasang Surut Hubungan Amerika Serikat dan Iran 

    Trump juga mengancam akan keluar dari kesepakatan nuklir yang disepakati beberapa negara berpengaruh di dunia dengan Iran pada 2015.

    Sejumlah pejabat pemerintahan Iran mendukung langkah Seif, yang disebut sebagai langkah logis dan perlu. Iran saat ini sulit mendapatkan dolar Amerika. Sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Iran membuat bank-bank Amerika tidak ingin berbisnis dengan Teheran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?