Suriah: Amerika Serikat Tarik Diri, Perang dengan Iran Dimulai

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Kurdi dari People's Protection Units (YPG) berjaga di dekat tank militer AS yang tengah berpatroli di kawasan perbatasan antara Turki dan Suriah di Darbasiya, Suriah, 29 April 2017. REUTERS/Rodi Said

    Tentara Kurdi dari People's Protection Units (YPG) berjaga di dekat tank militer AS yang tengah berpatroli di kawasan perbatasan antara Turki dan Suriah di Darbasiya, Suriah, 29 April 2017. REUTERS/Rodi Said

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin oposisi Suriah, Michel Kilo, memperingatkan, penarikan pasukan Amerika Serikat di Suriah dan diganti oleh pasukan koalisi akan memicu perang Arab-Iran di daratan Suriah.

    Berbicara dalam sebuah wawancara dengan Qud Press, Kilo menekankan bahwa pemecahan krisis Suriah hanya dapat dilakukan melalui perundingan internasional.

    Baca: Amerika Serikat Minta Koalisi Arab Kirim Pasukan ke Suriah

    Peta Manbij. google.com

    "Suriah sekarang ini terbelah, Amerika Serikat menguasai 28 persen, Rusia mengontrol 40 persen, Turki 10 persen, dan seluruh negara itu menempatkan pasukannya di Suriah. Satu-satunya solusi adalah melalui kesepakatan internasional demi menyelesaikan krisis Suriah," ucapnya seperti dikutip Middle East Monitor.

    "Ada informasi tentang kesepahamanan Rusia-Amerika Serikat untuk menggantikan Bashar al Assad pada 2021, mungkin sebelum itu," tambahnya.Tank militer Turki berada di kota Hassa yang berbatasan dengan Suriah di provinisi Hatay, Turki, 21 Januari 2018. Pasukan dan tank-tank Turki hari Minggu 21 Januari memasuki wilayah Suriah untuk melakukan serangan terhadap milisi Kurdi. Caglar Ozturk/Dogan News Agency via REUTERS

    Dia menjelaskan, ada skenario yang mungkin bisa dilakukan di Suriah sekarang ini, jika Rusia dan Amerika Serikat melanjutkan kesepahaman tersebut, hal itu akan mendorong terwujudnya gencatan senjata sebelum dilakukan perundingan damai.

    Baca: Militer Amerika Serikat Ada di Suriah Sampai 3 Tujuan Tercapai

    Amerika Serikat merencanakan menarik pasukannya di Suriah. Saat ini, sekitar 2.000 pasukan Amerika serikat ditempatkan di Manbij untuk menangkal gerakan ISIS. Bila penarikan itu terjadi, pasukan koalisi Arab diminta menggantikannya.

    Simak: Rudal Kuno Suriah, Pantsir, dan Buk Halau Serangan Gabungan Amerika Serikat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.