Raul Castro Segera Lengser sebagai Presiden Kuba

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fidel Castro, mengangkat tangan adiknya Raul Castro, saat penutupan kongres Partai Komunis Kuba (PCC) di Havana, 19 April 2011. Fidel Castro pada 13 Agustus 2006, menyerahkan tampuk kepemimpinannya untuk sementara waktu kepada adiknya Raul Castro yang menjadi presiden pada 2008. REUTERS

    Fidel Castro, mengangkat tangan adiknya Raul Castro, saat penutupan kongres Partai Komunis Kuba (PCC) di Havana, 19 April 2011. Fidel Castro pada 13 Agustus 2006, menyerahkan tampuk kepemimpinannya untuk sementara waktu kepada adiknya Raul Castro yang menjadi presiden pada 2008. REUTERS

    TEMPO.CO, Havana – Presiden Kuba, Raul Castro, 86 tahun, bakal segera lengser dari jabatannya dan digantikan oleh Miguel Diaz- Cael, 57 tahun, yang saat ini sebagai wakil Presiden.

    Ini menjadi era baru berakhirnya kekuasaan Castro bersaudara, yang telah memimpin negeri di Amerika Latin ini sejak revolusi 1959.

    Baca: Masa Castro Pimpin Kuba Berakhir 2018

     

    Raul Castrol bakal lengser pada Kamis, 19 April 2018 waktu setempat, setelah sempat berkuasa selama sekitar sepuluh tahun. Dia menggantikan abangnya, Fidel Castro, yang kemudian meninggal pada 2016. Fidel sempat memimpin Kuba selama sekitar 52 tahun dengan ideologi komunis.

    Sopir taksi sepeda motor Ricardo Medina, 60 tahun, mengangkut penjual sayur Rigoberto Herrera Mendez (kiri), dan penjual kelapa Osvaldo Ochoa di Campo Florido, timur Havana, Kuba, 13 April 2018. Ketiga pria itu menyampaikan harapan bahwa kepemimpinan pemerintah yang baru akan memperbaiki keadaan. AP/Ramon Espinosa

    “Perubahan pucuk pimpinan ini ke generasi pemimpin komunis yang muda merupakan peristiwa bersejarah bagi negara kepulauan ini,” begitu dilansir media Reuters, Rabu, 18 April 2018.

    Baca: Fidel Castro, Tokoh Revolusi Kuba, Meninggal

     

    Namun, perubahan pucuk pimpinan ini diperkirakan tidak bakal banyak berdampak terhadap sistem satu partai dan kekuasaan sentralisasi negara dalam pengelolaan ekonomi.

    Menurut penulis Irina Echarry, yang menulis artikel berjudul “Cuba, Just Hours Before A New President” di situs Havana Times, mayoritas warga Kuba cenderung apatis dengan pergantian pucuk pimpinan ini.

    “Orang tidak membicarakan isu ini baik saat mereka mengantri kendaraan atau saat berkumpul di depan rumahnya,” kata dia.

    Lagi pula, menurut Irina, Raul Castro tetap menjabat sebagai ketua Partai Komunis Kuba. Posisi ini memberinya kekuasaan penuh mengenai cara mengatur negara siapapun Presidennya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.