Soal Korea Utara, Trump: Semua Senjata Nuklir harus Berakhir

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto kombinasi, CIA Director Mike Pompeo (kiri), Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan). REUTERS/Yuri Gripas (kiri) & KCNA handout via Reuters & Kevin Lamarque (kanan).

    Foto kombinasi, CIA Director Mike Pompeo (kiri), Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan). REUTERS/Yuri Gripas (kiri) & KCNA handout via Reuters & Kevin Lamarque (kanan).

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan tekanan maksimum akan terus diberikan kepada Korea Utara hingga Pyongyang melakukan denuklirisasi secara penuh.

    “Kita harus mengakhiri senjata nuklir, idealnya di seluruh dunia,” kata Trump dalam jumpa pers bersama Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, di rumah pribadinya, resor Mar-a-Lago, di Florida, Rabu, 18 April 2018 waktu setempat seperti dilansir Reuters.

    Baca: Trump: Korea Utara Bersih dari Senjata Nuklir 2020

    Pernyataan Trump ini terkait upaya diplomasi AS dan Korea Utara untuk mengakhiri ketegangan di Semenanjung Korea pasca pertemuan Direktur CIA, Mike Pompeo, dengan Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Korea Utara, di Pyongyang pada pekan lalu.

    Sumber New York Times melansir Pompeo bertemu dengan Kim sekitar dua pekan lalu saat akhir pekan Paskah. Pompoe datang bersama sejumlah pejabat CIA dan tidak membawa serta pejabat dari Kementerian Luar Negeri.

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyapa Song Tao, Ketua Departemen Hubungan Luar Negeri Partai Komunis China (PKC) dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Korea Tengah Korea Utara (KCNA) di Pyongyang pada 18 April 2018. Dalam kunjungan tersebut, Song Tao turut memboyong sekelompok seniman Negeri Tirai Bambu yang juga akan tampil di negeri terisolasi itu. KCNA/via Reuters

    Pompeo sendiri saat ini sedang menjalani proses untuk menjadi menteri Luar Negeri menggantikan Rex Tillerson, yang diberhentikan Trump karena perbedaan pandangan dalam sejumlah isu termasuk Korea Utara. Pompeo bakal hadir di Kongres menjawab pertanyaan anggota DPR AS soal berbagai tugas sebagai menlu. 

    Pertemuan Pompeo dan Kim, yang baru pertama kali terjadi ini, merupakan pertemuan penduluan sebelum Trump dan Kim menggelar pertemuan puncak pada akhir Mei atau awal April 2018 untuk menyepakati penghentian semua program senjata nuklir Korea Utara. Beberapa lokasi sedang dibahas menjadi venue pertemuan seperti Seoul, Pyongyang, hingga Jenewa. 

    Baca: Korea Utara Ingin Pertemuan dengan Trump di Pyongyang

    Lewat akun Twitternya, @realdonaldtrump, Trump mencuit menerangkan pertemuan pertama pejabat tinggi AS dan Kim.

    “Mike Pompeo bertemu Kim Jong Un di Korea Utara pada pekan lalu. Pertemuan berlangsung sangat mulus dan hubungan baik terbentuk,” kata Trump.

    Masih dalam cuitan yang sama, Trump melanjutkan,”Detil pertemuan puncak sedang dibahas saat ini. Denuklirisasi akan menjadi hal besar bagi dunia dan bagi Korea Utara!”

    Upaya denuklirisasi Korea Utara mulai menampakkan hasil pada awal 2018 setelah Kim berpidato menyerukan penghentian permusuhan dengan Korea Selatan dan mengajak kedua Korea untuk bersatu.

    Ini berlanjut dengan pertemuan pejabat tinggi Korea Utara dan Selatan di Panmunjom, Korea Selatan. Kedua Korea lalu menggelar parade bersama saat mengikuti ajang Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang di Korea Selatan pada Februari 2018. Trump mengirimkan putrinya, Ivanka Trump, dalam ajang olimpiade ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.