Selasa, 24 April 2018

Kematian Wartawan Investigasi Rusia Mengundang Kecurigaan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maksim Borodin. newdaynews.ru

    Maksim Borodin. newdaynews.ru

    TEMPO.CO, Jakarta - Wartawan investigasi Rusia, Maksim Borodin, 32 tahun, meninggal dunia setelah terjatuh dari balkon lantai 5 apartemennya di Yekaterinburg, Rusia. Kematian Borodin telah mengundang kecurigaan. 

    Borodin terjatuh dari balkon apartemennya pada Kamis, 12 April 2018, dan sempat dirawat di rumah sakit dalam keadaan koma. Namun, pada Minggu pagi, 15 April 2018, nyawanya tidak tertolong.

    Baca: UNESCO: Setiap 4,5 Hari, 1 Wartawan Tewas Dibunuh  

    Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    Borodin bekerja untuk sebuah kantor berita lokal bernama New Day. Tim investigasi yang datang ke tempat kejadian menemukan apartemennya dalam keadaan terkunci dari dalam. Dengan begitu, tidak ada “orang” atau orang asing yang meninggalkan apartemen saat kejadian. Komite investigasi Rusia pun meyakinkan kematian Borodin tidak dianggap sebagai sebuah kecurigaan, walau kepolisian masih melakukan penyelidikan.

    Baca: 66 Wartawan Tewas Tahun Ini 

    Kendati demikian, kematian Borodin tetap saja mengundang kecurigaan mengingat beberapa wartawan atau aktivis oposisi di wilayah itu mendapatkan serangan atau bahkan dibunuh karena pekerjaannya. Keraguan itu diperkuat oleh sebuah panggilan telepon yang dilakukan Borodin sehari sebelum dia tewas terjatuh atau pada Rabu, 11 April 2018.   

    Ketika itu, Borodin menelepon temannya, Vyacheslav Bashkov, serta mengatakan ada seorang laki-laki memegang senjata di balkon apartemennya dan beberapa laki-laki lain menggunakan penutup wajah mengintainya lewat tangga yang mengarah ke apartemennya. Bashkov menuturkan Borodin menduga saat itu laki-laki bersenjata tersebut kemungkinan sedang melakukan sebuah latihan.    

    Namun, selain melakukan kontak dengan Bashkov, Borodin menelepon temannya yang lain, Yulia Fedotova, dan menceritakan soal laki-laki bersenjata di sekitar apartemennya. Dalam sebuah wawancara, seperti dikutip situs Nytimes.com pada Selasa, 17 April 2018, Fedotova berkeras bahwa tanda-tanda ini menunjukkan kematian Borodin tidak wajar. 

    “Mari kita nyalakan logika kita. Mengapa seseorang menerobos apartemennya pada siang hari dan menjatuhkannya dari apartemen? Bahkan, jika orang-orang ingin dia mati, mereka akan tahu bahwa orang ini masih bisa hidup dengan tingkat kejatuhan seperti itu. 

    Borodin belum lama ini menulis pemberitaan mengenai anggota kelompok paramiliter yang tewas di Suriah. Pada Februari dan Maret 2018, New Day mempublikasikan tulisannya mengenai sejumlah laki-laki yang meninggalkan Rusia karena bertempur di Suriah di bawah kelompok Wagner, sebuah organisasi paramiliter yang memiliki hubungan suram dengan Moskow karena banyaknya anggota paramiliternya yang tewas setelah Amerika Serikat menyerang Suriah pada Februari 2018.     


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Prevalensi, Penyebab, dan Pencegahan Stunting di Indonesia 2018,

    Pada 2018, satu dari tiga anak Indonesia mengalami stunting karena masalah kekurangan gizi yang sudah terjadi sejak dalam kandungan.