Senin, 23 Juli 2018

Raja Salman Sumbang Rp 2 Triliun untuk Situs Islam di Yerusalem

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud berbincang dengan putranya, Pangeran Mohammed bin Salman. REUTERS

    Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud berbincang dengan putranya, Pangeran Mohammed bin Salman. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman mengumumkan sumbangan sebesar US $ 150 juta atau Rp 2 triliun untuk terus melestarikan warisan Islam di Yerusalem Timur.

    "Arab Saudi telah mengumumkan hibah US $ 150 juta untuk mendukung administrasi properti Islam Al Aqsa di Baitulmaqdis," kata Raja Salman pada pembukaan KTT Liga Arab.

    Baca: Raja Salman Gratiskan Biaya Haji untuk 1.000 Warga Palestina

    KTT Liga Arab berlangsung tiga bulan setelah AS secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang memicu kecaman dunia dan satu bulan setelah keputusan AS, Washington mengumumkan tentang pemangkasan bantuan kepada UNRWA. Palestina berharap Yerusalem Timur, yang diduduki oleh Israel sejak 1967 menjadi ibu kota negara di masa depan.

    Raja Salman juga mengumumkan sumbangan lain sebesar US $ 50 juta untuk program yang dijalankan oleh badan bantuan PBB untuk Palestina (UNRWA) setelah AS memangkas bantuannya.

    Baca: Putranya Akui Hak Israel, Raja Salman Tegaskan Dukung Palestina

    Raja Salman juga mengulangi pendiriannya, menolak keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem.

    "Yerusalem Timur adalah bagian dari wilayah Palestina," kata Raja Salman dalam pidatonya, seperti dilansir Arab News pada 15 April 2018.

    Raja Salman bahkan menamakan KTT Liga Arab ke-29 sebagai "KTT Yerusalem", sebagai pengingat bahwa Palestina selalu berada di jantung komunitas Arab.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.