Senin, 22 Oktober 2018

Bayi Tertukar di India, Orang Tua Batal Menukar

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bayi India Tertukar

    Bayi India Tertukar

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pasang orang tua berbeda keyakinan di India sepakat untuk tetap mempertahankan bayi masing-masing yang tertukar di rumah sakit sekitar 3 tahun lalu.

    Perihal tertukarnya bayi dari keluarga Muslim dan Hindu di Assam, wilayah timur laut India terungkap pada 2017 dan berlanjut pada persidangan di Januari 2018.

    Baca: Embrio Bayi Tabung Tertukar, 3 Bulan Baru Ketahuan 

    Kisah itu bermula ketika pada 11 Maret 2015, ibu dari masing-masing bayi itu melahirkan di Rumah Sakit Sipil Mangaldoi, Darrang, Assam.

    Dalam beberapa hari setelah membawa pulang bayi-bayi itu, kedua orang tua mulai mencurigai bahwa bayi itu bukan anaknya. Namun, butuh waktu hampir tiga tahun untuk memastikan kebenarannya.

    Peristiwa yang tidak disengaja itu terjadi ketika Shahabuddin Ahmed menerima hasil tes yang menunjukkan tidak ada kecocokan genetik antara istrinya, Salma Parbin, dan putranya, Jonait.

    Baca: Keluarga Putri yang Tertukar Dapat Rp 28 Miliar 

    Parbin mengatakan dia meragukan Jonait adalah putranya saat ia pertama kali melihatnya tak lama setelah ia lahir di Rumah Sakit Sipil Mangaldai pada Maret 2015.

    Keduanya kemudian meminta rumah sakit untuk merilis perincian semua bayi yang lahir sekitar jam 7 pagi pada hari yang sama saat Jonait lahir.

    Setelah menerima rincian, Ahmed mengatakan seorang wanita suku Bodo yang beragama Hindu adalah yang paling diyakini sebagai ibu biologis Jonait. Keduanya sama-sama melahirkan anak laki-laki dengan jarak hanya 5 menit dan kedua bayi itu beratnya 6,6 pon.

    Setelah menulis sepucuk surat kepada pasangan Hindu, Anil dan Shewali Boro, Ahmed, Parbin dan Jonait melakukan perjalanan untuk menemui mereka dan anak mereka, Riyan Chandra.

    Baca: Diduga Kekurangan Oksigen, 60 Anak Tewas di Rumah Sakit India

    Kedua pasangan itu kemudian mengajukan petisi bersama di pengadilan distrik meminta pengadilan untuk mengizinkan mereka menukar bayi. Pada tanggal 4 Januari 2018, mereka mencoba berpisah dengan bayi-bayi itu, atas perintah pengadilan. Tetapi kedua anak laki-laki itu terus berpegang erat pada ibu mereka masing-masing.

    Melihat hal ini, kedua keluarga itu memutuskan untuk tidak melakukan pertukaran. Anil Boro, ayah dari bayi yang ditukar, mengatakan dia tidak menyesal.

    “Sekarang saya memiliki dua putra dan seorang putri. Terserah dia di mana dia ingin tinggal begitu dewasa," katanya, seperti dilansir Al Arabiyah pada 15 April 2018.

    Keluarga India itu berencana untuk tetap berhubungan dan menjadi teman untuk memastikan mereka dapat menjadi bagian dari kehidupan anak-anak biologis mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.