Mantan PM Yordania Desak Presiden Palestina Mahmoud Abbas Mundur

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahmoud Abbas. REUTERS

    Mahmoud Abbas. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Perdana Menteri Yordania, Taher Al-Masri, meminta agar Otoritas Palestina dibubarkan. "Sebagai pemimpin, Mahmoud Abbas harus mundur," ucapnya sepeti dikutip Middle East Monitor.

    Al-Masri menyampaikan pernyataannya itu dalam sebuah seminar yang digelar oleh Palestinian Centre for Policy Research and Strategic Studies di Al-Bireh, Tepi Barat, Kamis 12 April 2018.

    Baca: Abbas: Palestina Siap Berunding dengan Israel

    Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Riyadh, Arab , 20 Desember 2017. Palestinian President Office (PPO)/Handout via REUTERS

    Menurutnya, pembubaran Otoritas Palestina dan pengunduran diri Abbas adalah opsi yang sangat masuk akal bagi rakyat Palestina.

    Pada kesempatan itu, dia memperingatkan tentang meningkatnya bahaya yang dihadapi Yerusalem terhadap rencana Israel melakukan Yudaisasi.Presiden AS Donald Trump dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertemuan di Istana Kepresidenan di Bethlehem, 23 Mei 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    "Rakyat Palestina harus bersabar dan bersatu menghadapi semua itu, terutama pada persoalan menurunnya peran Arab terhadap Palestina," kata Al-Masri.

    Baca: Mahmoud Abbas Desak Uni Eropa Segera Akui Negara Palestina

    Dia juga mendesak kepada semua pihak mengakhiri pembagian wilayah Palestina dan segera melakukan rekonsiliasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.