Inggris dan Prancis Bakal Balas Serangan Senjata Kimia di Suriah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja medis memberikan oksigen kepada bayi melalui respirator setelah dugaan serangan gas beracun di Douma, Ghouta timur, Suriah, 8 April 2018. Serangan gas beracun ini terjadi di sebuah kota yang dikuasai pemberontak di dekat ibu kota. AP/White Helmet

    Pekerja medis memberikan oksigen kepada bayi melalui respirator setelah dugaan serangan gas beracun di Douma, Ghouta timur, Suriah, 8 April 2018. Serangan gas beracun ini terjadi di sebuah kota yang dikuasai pemberontak di dekat ibu kota. AP/White Helmet

    TEMPO.CO, Jakarta - Para menteri senior dalam pemerintahan Inggris setuju dilakukannya tindakan terhadap Suriah, yang diyakini telah melancarkan serangan senjata kimia di Kota Douma pada 7 April 2018. Langkah serupa dilakukan pemerintahan Prancis. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan serangan yang dilakukan pihaknya nanti akan menyasar fasilitas-fasilitas kimia di Suriah.      

    Baca: Soal Serangan Rudal ke Suriah, Trump Melunak?

    Seorang balita diberi oksigen melalui respirator setelah diduga terkena serangan gas beracun di kota yang dipegang oposisi di Douma, di Ghouta timur, Suriah, 8 April 2018. Sebagian pasien mengalami kesulitan bernapas merasa mata mereka terbakar. AP/White Helmet

    Baca: Serangan Senjata Kimia, Amerika dan Rusia Saling Tuding 

    Dikutip CNN.com pada Jumat, 13 April 2018, Perdana Menteri Inggris Theresa May telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keduanya berkesimpulan, rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad telah membangun sebuah pola berbahaya terkait dengan penggunaan senjata-senjata kimia. Keduanya pun setuju untuk bekerja sama memberikan respons terhadap serangan senjata kima tersebut. 

    Langkah yang dilakukan Inggris dan Prancis itu jelas tak mengindahkan seruan Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang memperingatkan negara-negara Barat untuk menjauh dari upaya Amerika Serikat, yang sedang bersiap memberikan respons atas serangan senjata kimia akhir pekan lalu. Assad menyangkal pihaknya dalang yang melakukan serangan mematikan terhadap hampir 70 orang tersebut. 

    “Setiap tindakan hanya akan menambah ketidakstabilan di kawasan serta mengancam keamanan dan perdamaian internasional,” kata Presiden Assad saat melakukan pertemuan dengan utusan pemerintah Iran di Ibu Kota Damaskus. 

    Sebelumnya, Presiden Macron mengatakan pihaknya memiliki bukti bahwa pemerintah Suriah telah menggunakan chlorine sebagai senjata kimia dan Prancis telah melakukan diskusi mengenai hal ini dengan Trump. Macron menuturkan keputusan akan segera diambil serta memastikan keputusan itu akan berguna dan efektif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.