Pelaku Penembakan di Sekolah di Florida Sumbangkan Warisannya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nikolas Cruz. [heavy.com]

    Nikolas Cruz. [heavy.com]

    TEMPO.CO, Jakarta Nikolas Cruz, pelaku penembakan sekolah Parkland di Florida yang menewaskan 17 orang, ingin menyumbangkan warisannya yang mencapai ratusan ribu dolar kepada korban selamat dan keluarga tewas.

    Hal itu disampaikan pengacara Cruz dalam sidang di pengadilan di Fort Lauderdale, dekat Parkland, Florida, Rabu, 11 April 2018.

    Baca: Penembakan di Florida Amerika Serikat, Kisah Tentang Para Korban

    Hakim Distrik Broward, Elizabeth Scherer berusaha untuk memastikan apakah Cruz, yang sejauh ini diwakili oleh pengacaranya, mampu membayar pembelaannya sendiri.

    Pengacara Melissa McNeill mengatakan pihaknya belum dapat menentukan nilai warisan yang ditinggalkan kepadanya setelah kematian ibunya, Lynda Cruz, November tahun lalu. Menurut keluarga,  Cruz memiliki dana perwalian senilai US$ 800.000.

    Baca: Lindungi Siswa dari Penembakan Massal di Amerika, Pelatih Tewas

    “Dia tidak menginginkan uang itu. Dia ingin uang itu disumbangkan ke sebuah organisasi yang dipercaya keluarga korban,” kata Melissa McNeill seperti dilansir Channel News Asia, 12 April 2018.

    Masalahnya, uang warisan itu belum dapat dieksekusi karena masih menunggu hingga Cruz berusia 22 tahun.

    Baca: Trump Salahkan FBI, Siswa Korban Penembakan Marah, kenapa?

    Nikolas Cruz pada tanggal 14 Februari 2018 menerobos masuk ke Marjory Stoneman Douglas High School di selatan kota Florida Parkland dan menembaki siswa dan staf dengan senjata semi-otomatis AR-15.  Ia dijerat 17 dakwaan pembunuhan terencana dan 17 tuduhan percobaan pembunuhan. Jaksa menuntutnya dijatuhi hukuman mati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.