Senin, 22 Oktober 2018

Universitas Abu Dhabi Buka Kursus Kebahagiaan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abu Dhabi University. english.alarabiya.net

    Abu Dhabi University. english.alarabiya.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Universitas Abu Dhabiatau ADU untuk pertama kali memperkenalkan sebuah kusus yang tak biasa, yakni kursus kebahagiaan. Kursus tersebut adalah bagian dari program Kesehatan Masyarakat dan harus diikuti untuk menyelesaikan program ini.

    Baca: Tidur, Salah Satu Elemen Penting untuk Bahagia

    Ilustrasi keluarga bahagia. shutterstock.com 

    Baca: Survei BPS: Melajang Adalah Saat Paling Bahagia 

    Dikutip dari situs english.alarabiya.net pada Rabu, 11 April 2018, kursus kebahagiaan ini ditujukan untuk mendorong sikap dan pola pikir positif. Rencananya, kursus kebahagiaan akan diajarkan di kampus-kampus seluruh Abu Dhabi dan Al Ain, sebuah kota di Uni Emirat Arab.    

    Materi yang akan diajarkan pada kursus kebahagiaan diantaranya memfokuskan pada definisi kebahagiaan, jiwa yang positif dan praktik-praktik serta penerapananya. Kursus yang diberi nama ‘Mengenal Kebahagiaan dan Psikologi Positif’ juga akan menyoroti sisi optimisme manusia dan cara-cara paling efektif bagi individu untuk mengembangkan dan menggali potensi diri. 

    “Kami sangat yakin kursus ini akan membantu mahasiswa-mahasiswi kami fokus lebih baik sebagai manusia,” kata Deena Elsori, Kepala Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Matematika di ADU, Rabu 11 April 2018. 

    Uni Emirat Arab sangat ingin mempromosikan kebahagiaan. Negara ini bahkan telah menunjuk seorang Menteri Kebahagiaan dan meluncurkan program nasional untuk kebahagiaan dan positifitas. Pemerintah Uni Emirat Arab ingin membuat negara itu menjadi satu dari lima negara paling bahagia di dunia pada 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.