Cina Turunkan Paksa Salib di Gereja, Larang Jual Alkitab

Yesus Kristus, yang dimainkan oleh warga setempat Tomas Izaguirre, tergeletak di lantai selama prosesi Jalan Salib pada Jumat Agung di Tegucigalpa, Honduras 14 April 2017. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah salib yang tergantung di dalam gereja-gereja Kristen yang dibangun tanpa izin resmi di Cina diturunkan secara paksa oleh pihak berwenang.

 Seorang pejabat urusan agama bernama Zhang mengatakan, salib selama ini tergantung di gereja-gereja yang berdiri ilegal di daerah Yichuan, provinsi Henan tengah, Cina.

Baca: Cina Robohkan 400 Salib dari Atap Rumah Warga

"Paroki-paroki itu dibangun secara ilegal tanpa izin dari pemerintah, jadi kami menghancurkan salib mereka," kata Zhang, seperti dilansir Reuters pada 10 April 2018.

Zhang membantah perampasan itu bertujuan untuk melawan Kristenisasi dan tidak menyebutkan denominasi gereja-gereja yang terkena dampaknya.

Tindakan keras itu terjadi di tengah harapan kesepakatan penting antara Beijing dan Vatikan tentang penunjukan uskup yang akhirnya bisa membuka jalan bagi dimulainya kembali hubungan diplomatik hampir 70 tahun setelah pengambilalihan kekuasaan Komunis Cina.

Umat Katolik Cina terbagi antara mereka yang menghadiri gereja-gereja resmi yang didukung oleh para uskup yang disetujui pemerintah dan gereja-gereja bawah tanah yang secara teknis ilegal, sebagian besar di antaranya setia kepada Vatikan. Gereja-gereja Protestan juga tumbuh dengan cepat.

Baca: Bosan Miskin, Warga Cina Ganti Poster Yesus dengan Xi Jinping

Insiden terbaru ini datang ketika orang Kristen Cina hidup dalam ketakutan setelah pemberlakuan undang-undang baru yang ketat tentang kebebasan beragama.

Sebagai gambaran, lebih dari 1.500 salib diruntuhkan dari gereja-gereja yang dianggap ilegal di Cina dari tahun 2014 hingga 2016.

Pekan lalu, pemerintah Cina melarang pengecer online menjual Alkitab. Tiga bulan sebelumnya, para pejabat di provinsi Shanxi menghancurkan Golden Lampstand Church, rumah bagi sekitar 50.000 umat paroki.

Undang-undang tentang urusan agama yang mulai berlaku pada Februari telah meningkatkan pengawasan resmi atas pendidikan dan praktik keagamaan, dan memperkenalkan hukuman yang lebih keras untuk setiap kegiatan yang tidak disetujui oleh pihak berwenang.

Pengendalian agama secara langsung juga diperkuat dalam perombakan besar-besaran pemerintah yang diumumkan Maret lalu yang membawa urusan agama di bawah kendali langsung Departemen Pekerjaan Front United, yang bertanggung jawab untuk mengkooptasi kelompok-kelompok non-partai untuk mendukung kepentingannya.

Baca: Tolak Lepas Salib, Pendeta di Cina Ditahan  

Partai Komunis yang  ateis telah memperketat pembatasan dan pengawasan praktik keagamaan di Cina di bawah Presiden Xi Jinping. Cina menjamin kebebasan beragama selama tidak menentang kepemimpinan partai, menyebabkan ketidakstabilan sosial atau mengancam keamanan nasional.

Pada tahun 1997,  Cina memiliki 100 juta orang beragama yakni Buddha, Taoisme, Islam dan Protestanisme. Jumlah itu telah berlipat ganda menjadi 200 juta hari ini.  Adapun jumlah umat Katolik meningkat dari 4 juta pada 1997 menjadi 6 juta pada 2018. Selama periode yang sama, jumlah Protestan naik dari 10 juta menjadi 38 juta.

REUTERS|GLOBAL TIMES|CBN NEWS






Heru Budi Hartono Pimpin Rapat Persiapan Natal dan Tahun Baru, Konsentrasi Massa Dipecah

14 jam lalu

Heru Budi Hartono Pimpin Rapat Persiapan Natal dan Tahun Baru, Konsentrasi Massa Dipecah

Heru Budi Hartono memimpin rapat terkait persiapan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Senin, 5 Desember 2022 di Balai Kota DKI Jakarta.


Penjualan Mobil Listrik XPeng Anjlok Hingga 63 Persen, Produksi G9 Digenjot

16 jam lalu

Penjualan Mobil Listrik XPeng Anjlok Hingga 63 Persen, Produksi G9 Digenjot

XPeng mengharapkan pengiriman akan meningkat signifikan pada Desember 2022 karena peningkatan dan percepatan produksi mobil listrik G9.


Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

2 hari lalu

Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

Grand Prix Formula 1 Cina dipastikan tidak akan masuk dalam agenda F1 2023. Apa penyebabnya? Simak selengkapnya di artikel ini!


Tesla Perbarui Perangkat Lunak 435.000 Mobil Listrik di Cina, Lampu Sein Bermasalah

3 hari lalu

Tesla Perbarui Perangkat Lunak 435.000 Mobil Listrik di Cina, Lampu Sein Bermasalah

Tesla di Cina hampir dua kali melakukan penarikan mobil listrik pada periode 1 November hingga 27 November 2022.


Cina Berkabung, Xiaomi, iQOO, Huawei, MediaTek Tunda Rilis Produk

4 hari lalu

Cina Berkabung, Xiaomi, iQOO, Huawei, MediaTek Tunda Rilis Produk

Xiaomi dkk merespons suasana berkabung di Cina karena Jiang Zemin, mantan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina, berpulang.


Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

4 hari lalu

Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

Rupiah menutup perdagangan Kamis, 1 Desember 2022 dengan penguatan 169 poin di level Rp 15.563 per dolar AS.


Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

4 hari lalu

Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

Warga Cina yang menetap di Sydney hingga Toronto ikut melakukan aksi protes terhadap aturan Covid-19 dengan menyerukan Cina yang bebas


MTI Beberkan Syarat Jumlah Penumpang Kereta Cepat Mencapai Target

4 hari lalu

MTI Beberkan Syarat Jumlah Penumpang Kereta Cepat Mencapai Target

Ketua MTI Djoko Setijowarno mengatakan aksesbilitas transportasi umum menjadi keberhasilan dalam menjaring penumpang kereta cepat Jakarta-Bandung.


Diprotes Warganya, Bagaimana Kebijakan Zero Covid-19 di Cina Berjalan?

4 hari lalu

Diprotes Warganya, Bagaimana Kebijakan Zero Covid-19 di Cina Berjalan?

Kebijakan zero COVID-19 Cina adalah upaya untuk mencegah penyebaran komunitas dari virus corona. Tujuannya adalah untuk menjaga kasus mendekati nol.


3 Astronot Cina Tiba di Stasiun Luar Angkasa

5 hari lalu

3 Astronot Cina Tiba di Stasiun Luar Angkasa

Tiga astronot melakukan rotasi awak orbit pertama dalam sejarah luar angkasa Cina.