TKI Parinah Ingin Kasusnya Jadi Pelajaran

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TKI asal Banyumas, Parinah menunjukkan paspor miliknya jelang dipulangkan ke Indonesia di Inggris. Hilang kontak dengan keluarga selama 18 tahun, Parinah berhasil ditemukan kembali pada 5 April lalu dengan bantuan Kepolisian Inggris di Brighton, kota wisata pantai di sebelah selatan Pulau Inggris. Foto/KBRI London

    TKI asal Banyumas, Parinah menunjukkan paspor miliknya jelang dipulangkan ke Indonesia di Inggris. Hilang kontak dengan keluarga selama 18 tahun, Parinah berhasil ditemukan kembali pada 5 April lalu dengan bantuan Kepolisian Inggris di Brighton, kota wisata pantai di sebelah selatan Pulau Inggris. Foto/KBRI London

    TEMPO.CO, JakartaParinah, 49 tahun, TKI asal Banyumas, Jawa Tengah, ingin kasus yang menimpanya menjadi contoh pelajaran bagi para TKI lain. Selama 18 tahun bekerja sebagai asisten rumah tangga di Inggris, Parinah tak diizinkan majikannya pulang ke Indonesia dan berkomunikasi dengan keluarganya. Tak hanya itu, sampai kepulangannya ke Indonesia, Parinah belum menerima gajinya.        

    “Semoga kasus saya ini bisa menjadi contoh teman-teman TKW lainnya. Harus berhati-hati, harus waspada kalau mau pulang dan majikan bilang nanti-nanti. Semuanya harus jelas. Jangan seperti saya,” kata Parinah, Selasa, 10 April 2018, waktu Inggris.

    Baca: Parinah, TKI di Inggris Dieksploitasi dan Ditipu Majikan

    TKI asal Banyumas, Parinah, menjelang terbang menuju Indonesia setelah dikabarkan hilang selama 18 tahun di Inggris. Foto/KBRI London

    Dalam wawancara dengan Tempo sebelum bertolak dari Bandar Udara Internasional London Heathrow, Parinah tak kuasa menjawab pertanyaan apakah dia memaafkan majikannya. Dia hanya mengatakan menyerahkan proses hukum majikannya kepada negara.

    Baca: TKI Parinah Sedih, 18 Tahun Kerja Pulang Tak Bawa Uang 

    Sebelum ke Inggris, Parinah bekerja sebagai TKI pada majikan yang sama di Arab Saudi. Majikan Parinah berprofesi sebagai dokter, warga negara Mesir yang sudah berpindah kewarganegaraan menjadi warga Inggris. Selama bekerja, Parinah menegaskan tak pernah mengalami tindak kekerasan.     

    KBRI London, dalam keterangan tertulis, mengatakan total empat orang sudah ditahan di Kepolisian Brighton, wilayah Sussex, Inggris. Keempat orang itu adalah majikan, istri majikan, dan dua orang anaknya. Di Inggris, hukuman maksimum untuk kejahatan perbudakan modern adalah penjara seumur hidup.     

    Pada Selasa, 10 April 2018, KBRI London memfasilitasi pemulangan Parinah dengan maskapai Garuda Indonesia yang terbang langsung menuju ke Jakarta dan akan tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada 11 April 2018. Perwakilan Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI akan menyambut Parinah dan membantu mengatur penyerahan kepada pihak keluarga. 

    KBRI London meyakinkan akan terus menjalin koordinasi dengan kepolisian setempat terkait dengan penanganan kasus Parinah supaya hak-haknya dapat diselesaikan secara tuntas sesuai dengan ketentuan hukum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.