Petinggi Militer Rusia dan Nato Sepakat Bertemu Bahas Suriah

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Militer Israel merilis foto udara markas T-4 pangkalan udara Suriah pasca penyerangan Februari 2018. IDF Spokesperson's Unit

    Militer Israel merilis foto udara markas T-4 pangkalan udara Suriah pasca penyerangan Februari 2018. IDF Spokesperson's Unit

    TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat tinggi Rusia dan NATO merencanakan pertemuan bersejarah pada pekan depan di tengah meningkatnya ketegangan konflik Suriah. Pertemuan itu  menjadi yang pertama sejak 2013 antara kedua belah pihak, yang kerap bersitegang akhir-akhir ini.

    Rusia akan diwakili Kepala Staf Umum, Deputi Pertama Menteri Pertahanan, Valery Gerasimov. Sementara NATO mengutus Komandan Sekutu Tertinggi di Eropa, Curtis Scaparrotti. Pertemuan itu akan menjadi yang pertama sejak NATO memutus kontak militer tingkat tinggi dengan Rusia menyusul aneksasi Crimea oleh Rusia dari Ukraina pada Maret 2014.

    Baca: Rusia Tuding Jet Tempur Israel Mengebom Pangkalan Udara Suriah

    "Pertemuan itu dilakukan setelah Gerasimov dan Scaparrotti berbicara untuk pertama kalinya melalui telepon pada 14 September tahun lalu," begitu dilansir media Russia Today, Selasa, 10 April 2018.

    Anak-anak menerima perawatan medis setelah pasukan rezim Assad diduga melakukan serangan gas beracun ke kota Duma, Ghouta Timur, Damaskus, Suriah, 7 April 2018. Media pemerintah Suriah membantah jika militer telah meluncurkan serangan kimia. Fadi Abdullah/Anadolu

    Pembicaraan itu berlanjut pada 21 Maret 2018, dimana keduanya akhirnya sepakat untuk bertemu lagi pada paruh kedua bulan April.

    Baca: Setelah Rusia, Amerika Sebut Jet Tempur Israel Serang Suriah?

    Seperti dilansir Reuters, ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir di Suriah terkait peningkatan eskalasi serangan di Ghouta Timur. Dan yang terbaru adalah dugaan serangan senjata kimia di Kota Douma, markas pemberontak Suriah di Ghouta Timur, oleh pasukan Suriah.

    Barat menuding Presiden Suriah Bashar Al Assad atas serangan itu, meskipun kurang bukti untuk mendukung klaim itu. Damaskus membantah menggunakan senjata kimia.

    Presiden Suriah, Bashar al-Assad, bertemu dengan tentara Suriah saat mengunjungi Ghouta, Suriah, 18 Maret 2018. SANA/Handout via REUTERS

    Seperti dilansir Rusia Today pada 10 April 2018, sejauh ini, belum ada informasi tentang di mana pertemuan itu bakal berlangsung.

    Di luar konflik di Suriah, hubungan Rusia-NATO baru-baru ini mencapai titik terendah setelah pada 27 Maret, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, mengumumkan pengusiran 7 staf Rusia yang merupakan bagian dari misi Moskow di aliansi militer Barat itu.

    Langkah itu diambil sebagai tanggapan atas insiden racun terhadap bekas mata-mata Rusia, Sergei Skripal, dan putrinya Yulia di Inggris. PM Inggris Theres May menuding Rusia sebagai pelaku serangan. Presiden Rusia, Vladimir Putin membantah tudingan ini dan meminta bukti dan akses untuk penyelidikan soal ini. Konflik di Suriah membuat Rusia dan Barat kembali bersetegang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.