Luncurkan Manifesto Pemilu Malaysia, Slogan Najib Mirip Trump

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. straitstimes.com

    Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. straitstimes.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Najib Razak meluncurkan manifesto pemilu berisi ratusan janji politik dengan mengusung tema Menjadikan Malaysia Hebat bersama Barisan Nasional. Langkah yang dibuat untuk memenangkan Pemilihan Umum ke 14 negara itu memiliki kemiripan dengan slogan Presiden Donald Trump pada pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2016, “Jadikan Amerika Hebat Lagi.”

    Pada Sabtu malam, 7 April 2018, Najib menyampaikan manifesto setebal 220 halaman itu yang mencakup 364 janji dengan mengangkat slogan “Bersama BN Hebatkan Negaraku” atau “Jadikan Negara Saya Besar Dengan BN”. 

    Baca: Pemilu Malaysia, Najib Razak Tebar Janji Manis ke Petani

    Sedikitnya 14  janji utama disampaikan Najib di hadapan puluhan ribu pendukungnya, termasuk tunjangan tunai yang menargetkan suku Melayu pedesaan, membuka jutaan lapangan kerja baru, menaikkan UMR dan lain sebagainya.

    “Pemilihan ini bukan tentang Najib versus pemimpin oposisi. Pemilihan ini bukan tentang BN versus oposisi, ”kata Najib, seperti dilansir South China Morning Post pada 8 April 2018.

    “Pertanyaan kuncinya adalah pihak mana yang dapat memberikan kehidupan yang lebih baik untuk Anda, keluarga Anda, anak-anak dan cucu Anda, serta masa depan mereka," ujar Najib.

    Baca: Menjelang Pemilu, Najib Razak Naikkan Gaji 1,6 Juta PNS Malaysia 

    Najib berjanji dalam manifestonya untuk menggandakan jumlah tunjangan tahunan kepada 7 juta rakyat miskin mulai dari 1.200 ringgit hingga 2.000 ringgit. Dia juga berjanji untuk menghapus utang para petani dan pemilik tanah Melayu yang terkait dengan perusahaan perkebunan negara dan menciptakan 3 juta pekerjaan baru untuk menenangkan kekhawatiran atas meningkatnya pengangguran di kalangan pemuda.

    Menutup rangkaian peluncuran manifestonya di Stadion Utama Kuala Lumpur, Najib mengatakan pemilihan akan menentukan kelangsungan hidup rakyat Malaysia dan meminta kepada 14,9 juta pemilih untuk tidak membuat pilihan yang salah. "Jangan sampai kita bangun keesokan hari, kita tidak kenal Malaysia lagi." 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.