Rabu, 22 Agustus 2018

Parinah, TKI di Inggris Dieksploitasi dan Ditipu Majikan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga kerja wanita Parinah berdiri di depan kantor Kedubes RI di London, Inggris, Jumat, 6 April 2018. Twitter KBRI London

    Tenaga kerja wanita Parinah berdiri di depan kantor Kedubes RI di London, Inggris, Jumat, 6 April 2018. Twitter KBRI London

    TEMPO.CO, Jakarta - Nasib Parinah, TKI asal Banyumas, Jawa Tengah, berubah 180 derajat saat memutuskan mengikuti majikannya di Arab Saudi untuk pindah ke Inggris. Majikan Parinah adalah seorang dokter warga negara Mesir, yang sudah menjadi warga negara Inggris. 

    “Iya, Parinah bekerja dengan majikan yang sama pada saat dia bekerja di Arab Saudi,” kata Gulfan Afero, pejabat Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI London kepada Tempo, Senin, 9 April 2018.

    Baca: TKI Diperdagangkan: Bujuk Rayu dari Magelang hingga Malaysia  

    Parinah, TKI asal Banyumas sedang menjalani BAP dengan otoritas berwenang Inggris. Parinah ditahan oleh majikannya di Inggris selama 18 tahun dan tak pernah di gaji. Sumber : KBRI London, 9 April 2018

    Baca: KBRI London Menemukan TKW Asal Banyumas yang Hilang 18 Tahun 

    Gulfan menceritakan selama bekerja 18 tahun di Inggris dengan majikan, yang identitasnya belum dipublikasi ini, Parinah tidak mendapat kekerasan fisik. Hanya saja, sebagai asisten rumah tangga Parinah bekerja dengan jam kerja yang tidak jelas. Bukan hanya itu, Parinah pun sering ‘dipinjamkan’ kepada anggota keluarga majikannya yang lainnya. 

    Pengakuan Parinah kepada KBRI London, majikannya baik. Namun yang menjadi masalah, setiap kali Parinah ingin minta pulang selalu dialihkan perhatiannya dan dibelikan hadiah-hadiah kecil. 

    Hal sama juga terjadi setiap kali Parinah meminta uang gajinya. Dia selalu diiming-imingi bahwa gajinya disimpan di bank dan jika sudah banyak, dia bisa membawa pulang uang banyak. Akan tetapi, Perinah mengaku tidak pernah melihat buku tabungan dan tidak pernah mengetahui berapa jumlah uangnya. 

    Selama 18 tahun bekerja dengan majikan yang sama di Inggris, Parinah hanya sekali menerima gaji untuk dikirimkan ke keluarga yaitu sebesar 1000 pounds. Gaji itu diberikan pada awal dia bekerja di Inggris dan setelah itu, dia tidak pernah lagi menerima gaji sampai dibebaskan oleh aparat kepolisian setempat pada Maret 2018. 

    Parinah saat ini berada di KBRI London. Proses hukum terhadap majikannya sudah ditangani otoritas berwenang Inggris. Rencananya TKI asal Banyumas itu akan terbang ke Indonesia pada Selasa, 10 April 2018 waktu Inggris dengan Garuda Indonesia dan diperkirakan akan tiba di Jakarta pada Rabu malam, 11 April 2018. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.