Polisi Jerman Selidiki Motif Serangan Van di Muenster

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria mengendarai mobil van ke sekelompok orang yang duduk di luar sebuah restoran terkenal di pusat kota tua Muenster di Jerman barat Sabtu lalu.

    Seorang pria mengendarai mobil van ke sekelompok orang yang duduk di luar sebuah restoran terkenal di pusat kota tua Muenster di Jerman barat Sabtu lalu.

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi Jerman bekerja keras membongkar motif serangan van ke sekelompok orang di Muenster pada Sabtu, 7 April 2018, yang mengakibatkan dua orang tewas sebelum pelaku bunuh diri.

    Kantor berita Reuters dalam laporannya menyebutkan, polisi forensik sibuk menyisir tempat kejadian perkara pada Ahad, 8 April 2018, setelah penyelidik menemukan korban seorang wanita berusia 51 tahun asal Lueneburg, sebelah timur Jerman, dan pria 65 tahun dari Borken dekat Muenster.

    Lihat video: Sejumlah Orang Tewas setelah Mobil Menghantam Kerumunan di Jerman

    Beberapa orang tewas setelah sebuah van menabrak kerumunan di Jerman. Kredit: Reuters

    "Menurut pernyataan penyelidik, laki-laki pengemudi van diperkirakan berusia 48 tahun dari Munich," kata jaksa senior Martin Botzenhardt dalam acara konferensi pers bersama polisi Muenster. "Sejauh ini tidak ada indikasi apa-apa kecuali berlatar belakang kriminal. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengetahui motif serangan," tambahnya.

    Polisi menjelaskan di depan wartawan, pelaku menembak mati dirinya sendiri setelah menabrakkan van berwarna abu-abu di luar restoran. Sementara itu, situs berita online Frankfurter Allgemeine Zeitung melaporkan, pelaku serangan bernama Jen R., 48 tahun, yang tinggal sekitar dua kilometer dari tempat kejadian.Polisi berjaga di tempat kejadian perkara serangan pisau di sebuah perbelanjaan di Hamburg, Jerman, 28 Juli 2017. REUTERS/Morris Mac Matzen

    Adapun saluran televisi ZDF mengatakan, polisi sedang mencari apartemen tempat tinggal pelaku dan dia telah melakukan kontak dengan esktrimis kanan. Tetapi belum ada bukti apakah dia seorang ekstrimis kanan atau bukan.

    Baca: Insiden Penyerangan Mobil Van di Jerman, 3 Tewas dan 20 Luka-luka

    "Pria ini memiliki masalah psikologis," tulis Sueddeutsche Zeitung.

    Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan dalam sebuah pernyataan, dia sangat sedih atas insiden Sabtu petang waktu setempat. Gedung Putih juga mengirimkan pernyataan bela sungkawa untuk keluarga korban dari Presiden Donald Trump.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.