Peretas Serang Komputer di Iran, Pasang Bendera Amerika.

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para peretas meninggalkan gambar bendera Amerika Serikat dan peringatan: 'jangan mengacaukan pemilihan kami'. AP Photo

    Para peretas meninggalkan gambar bendera Amerika Serikat dan peringatan: 'jangan mengacaukan pemilihan kami'. AP Photo

    TEMPO.CO, Dubai – Pemerintah Iran mengatakan sejumlah peretas menyerang jaringan komputer di sejumlah negara termasuk di Iran. Para peretas menyasar pusat-pusat penyimpanan data (data center). Para pelaku lalu memasang gambar bedera AS di layar komputer sambil menuliskan peringatan:”Jangan ganggu pemilu kami.”

    “Serangan ini mempengaruhi sekitar 200 ribu router switches di berbagai dunia dalam serangan yang meluas, termasuk 3.500 switches di negara kami,” begitu penjelasan dari Kementerian Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran, seperti dilansir media IRNA dan Reuters, Sabtu, 7 April 2018.

    Baca: Ribuan Data Dicuri, Amerika Kejar 9 Pelaku Kejahatan Siber Iran

    Menteri Informasi dan Teknologi Iran, Mohammad Javad Azari-Jahromi, seperti dilansir media Smh, mengatakan,”Belum jelas siapa pelakunya.” Menurut dia dalam penjelasan di televisi Iran, mayoritas serangan terjadi di Eropa, India dan Amerika Serikat.

    “55 ribu piranti terkena serangan di AS, dan 14 ribu di Cina. Kami kena sekitar 2 persen dari total piranti yang terkena peretasan," kata Javad.

    Baca: Iran Ingin Berperan di Timur Tengah, Kritik Barat Ditepis

    Serangan hacker ini menyasar sejumlah perusahaan penyedia jasa internet dan menutup akses online bagi para pelanggan.

    Ini bisa terjadi karena kelemahan yang terdapat di router buatan Cisco, yang telah memperingatkan ini sebelumnya. Perusahaan telah menyediakan patch namun belum terpasang di Iran karena adanya hari libur.

    Peneliti dari Cisco Talos Security Intelligence and Research Group, mengatakan,”Terjadi insiden penyerangan di sejumlah negara, termasuk menyasar jaringan infrastruktur penting. Serangan ini memanfaatkan fitur Smart Install protocol.”

    Cisco telah memasang alat yang bisa digunakan pengguna secara gratis untuk melawan serangan hacker tadi termasuk untuk para pengguna router di Iran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.