Insiden Penyerangan Mobil Van di Jerman, 3 Tewas dan 20 Luka-luka

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi anti-teror Jerman yang baru. REUTERS

    Polisi anti-teror Jerman yang baru. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Insiden penyerangan di kota Munster, Jerman pada Sabtu, 7 April 2018, memakan korban jiwa. Dikutip dari situs Businessinsider pada Minggu, 8 April 2018, korban tewas sebanyak tiga orang dan 20 orang luka-luka.

    Baca: Mobil Van Tabrak 30 Orang di Jerman, Sopir Bunuh Diri 

    Beberapa orang tewas setelah sebuah van menabrak kerumunan di Jerman. Kredit: Reuters

    Insiden itu terjadi ketika sebuah mobil van dibajak dan digunakan untuk menabrak kerumunan orang di kota Munster, Jerman, Sabtu, 8 April 2018 waktu setempat. Pelaku yang mengemudikan van itu menembak mati dirinya sendirinya. Otoritas menyebut insiden ini sebuah serangan yang disengaja.

    Baca: Penembakan di Munich, Polisi Jerman Tepis Dugaan Teror

    Hingga berita ini diturunkan, identitas pelaku dan motifnya belum dipublikasikan. Namun media-media di Jerman melaporkan pelaku adalah Jens R, 48 tahun, warga negara Jerman.

    Sedangkan kantor berita ZDF Heute melaporkan pelaku berasal dari wilayah Sauerland negara bagian North Rhine-Westphalia dan pernah memiliki memiliki koneksi dengan ekstrimis sayap kanan, meskipun tidak ada indikasi pelaku adalah seorang ekstrimis.    

    Herbert Reul, Menteri Dalam Negeri untuk negara bagian North Rhine-Westphalia, mengatakan pengemudi mobil van telah menembak dirinya setelah insiden penyerangan dilakukan sehingga dia tewas bersama 3 korban lainnya. BILD melaporkan 6 korban luka sekarang dalam kondisi kritis.    

    Polisi Jerman sedang meminta keterangan para saksi mata, terkait apakah ada orang lain bersama pelaku di dalam van. Beberapa media memberitakan sejumlah saksi mata melihat ada dua orang di dalam van selain pelaku yang mengemudikan kendaraan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.