Selasa, 23 Oktober 2018

Sebulan setelah Diracun, Eks Intel Ganda Rusia Skripal Pulih

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Intelijen Rusia dan MI6, Kolonel Sergei Skripal, sekarat di rumah sakit di Inggris karena terpapar zat misterius [SKY NEWS]

    Mantan Intelijen Rusia dan MI6, Kolonel Sergei Skripal, sekarat di rumah sakit di Inggris karena terpapar zat misterius [SKY NEWS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kesehatan mantan agen mata-mata ganda Rusia, Sergei Skripal sudah tidak lagi kritis. Dikutip dari Reuters pada Minggu, 8 April 2018, rumah sakit tempat merawat Skripal mengkonfirmasi kesehatan Skripal pulih dengan cepat. Kesehatannya membaik dalam tempo sebulan setelah dia mengalami serangan racun saraf di Inggris pada awal Maret 2018. 

    “Dia merespon pengobatan yang diberikan padanya dengan baik, kesehatannya membaik dengan cepat dan dia tidak lagi dalam kondisi kritis,” kata Christine Blanshard, Direktur kesehatan rumah sakit distrik Salisbury, Inggris, Jumat malam, 6 April 2018.    

    Baca : Rusia Tantang Inggris, Buktikan Tidak Menyerang Skripal

    Sergei Skripal, 66 tahun, dan putrinya Yulia, 33 tahun, dalam kondisi kritis di rumah sakit saat ini.l [Rex Features]

    Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengatakan Skripal terkena racun Novichok, yaitu sejenis racun saraf yang mematikan dan dikembangkan militer Soviet pada 1970-an dan 1980-an. Atas tuduhan itu, Pemerintah Rusia mengatakan tidak memiliki jenis racun seperti itu. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut tuduhan Rusia sebagai dalang yang meracun Skripal dan putrinya Yulia, sangat tidak masuk akal.

    Baca: Soal Penyerangan Bekas Intel Skripal, Menlu Inggris: Cukup Sudah 

    Skripal, 66 tahun, adalah seorang kolonel di intelijen militer Rusia yang mengkhianati puluhan agen mata-mata negaranya untuk bekerja bagi dinas mata-mata Inggris. Skripal dan Yulia, 33 tahun, ditemukan pingsan di bangku taman di kota Salisbury pada 4 Maret 2018.   

    Inggris menyalahkan Rusia atas insiden terhadap Skripal, yang diketahui sebagai serangan racun saraf pertama yang terjadi di wilayah Eropa sejak perang dunia II. Moskow menyangkal terlibat dalam serangan ini dan menyebut Inggris telah melakukan serangan anti-Rusia.    


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.