Trump Bakal Kenakan Tarif Impor Lanjutan, Cina Bilang Ini

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Cina, Xi Jinping dan Presiden AS, Donald Trump. REUTERS

    Presiden Cina, Xi Jinping dan Presiden AS, Donald Trump. REUTERS

    TEMPO.CO, Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan mengenakan sanksi tarif tambahan untuk nilai impor dari Cina sebanyak US$100 miliar berikutnya.

    Trump mengatakan ini setelah Cina membalas kenaikan tarif kedua AS pada barang impor elektronik Cina. Saat itu, Cina juga mengenakan kenaikan tarif 25 persen untuk produk impor kedelai, mobil dan pesawat dari AS. 

    Baca: Perang Dagang, Trump Geber Tarif Impor Produk Teknologi Cina

    “Saya telah meminta kementerian Perdagangan untuk membuat daftar barang-barang impor yang bisa dikenai kenaikan tarif,” kata Trump seperti dilansir Reuters, Jumat, 6 April 2018.

    Trump mengatakan dia melakukan ini karena Cina tidak memperbaiki perilaku bisnis terkait pelanggaran hak kekayaan intelektual dan malah membalas dengan ikut menaikkan tarif.

    Baca: Setelah Baja, Trump Bakal Ganjar Impor Produk Canggih Cina

    Menanggapi ini, juru bicara kementerian Perdagangan Cina, Gao Feng, menyebut tindakan AS sebagai kesalahan serius. Ini membuat negosiasi sulit dilakukan dalam kondisi seperti ini.

    “Hasil dari perilaku ini adalah menghancurkan kakimu sendiri dengan batu,” kata Gao dalam jumpa pers di Beijing, Jumat, 6 April 2018.

    Trump mengatakan isu kenaikan tarif ini bisa berdampak pada menurunnya kinerja saham dan pertanian. “Namun, kita akan keluar dari situasi ini dengan ekonomi yang jauh lebih kuat,” kata Trump seperti dikutip CNN. Trump meminta kementerian Pertanian menginventarisir produk pertanian AS yang terkena imbas dari kenaikan tarif impor oleh Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.