Juri Sumo Usir Wanita Penyelamat Wali Kota Jepang dari Ring?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juara sumo kelahiran Mongolia, Yokozuna Hakuho tampil dalam upacara menghentakkan kaki di Kuil Meiji, Tokyo, 9 Januari 2017. Upacara tradisional yang merupakan ritual Shinto itu adalah bagian dari perayaan tahun baru di Kuil Meiji. REUTERS/Toru Hanai

    Juara sumo kelahiran Mongolia, Yokozuna Hakuho tampil dalam upacara menghentakkan kaki di Kuil Meiji, Tokyo, 9 Januari 2017. Upacara tradisional yang merupakan ritual Shinto itu adalah bagian dari perayaan tahun baru di Kuil Meiji. REUTERS/Toru Hanai

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Sumo Jepang mendapat kritik setelah panitia pertandingan gulat khas Negeri Sakura itu mengusir perempuan yang akan memberikan bantuan medis kepada seorang walikota yang tiba-tiba pingsan. Pengusiran dilakukan dengan alasan untuk menjaga kesucian arena Sumo.

    Walikota kota Maizuru, Ryozo Tatami, 66, seperti dilansir media Sydney Morning Herald, sedang menyampaikan pidato di sebuah gedung olahraga dekat Kyoto selama turnamen sumo pada Rabu, 4 April 2018 ketika dia tiba-tiba pingsan di arena ring.

    Baca: Jepang Bakal Bertemu Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un

     

    Dua orang perempuan bergegas untuk mengobatinya, tetapi wasit berulang kali meminta mereka lewat pengeras suara untuk meninggalkan ring itu.

    Ring Sumo, yang dikenal sebagai dohyo, dianggap sebagai tempat sakral dalam kepercayaan Shinto, agama asli Jepang. Perempuan, yang dianggap tidak bersih dalam ritual agama itu dilarang melangkah ke dalamnya.

    Baca: Insinyur Lokal Perlu Belajar Energi Nuklir yang Aman ala Jepang

     

    Video dari perisitwa ini menarik lebih dari 1 juta penayangan di YouTube dan menyebabkan reaksi beragam ketika ditayangkan di acara bincang-bincang TV Jepang.

    Di Twitter, netizen mengkritik wasit karena memprioritaskan tradisi ketika keselamatan seseorang dipertaruhkan.

    "Sebuah komentar yang luar biasa pada situasi kritis," kata seorang pengguna Twitter. Yang lain mengatakan episode itu akan merusak citra gulat sumo.

    Kepala Asosiasi Sumo Jepang telah meminta maaf setelah netizen membanjiri media sosial dengan kritikan.

    Dalam sebuah pernyataan, Kepala Asosiasi Sumo, Hakkaku, menggambarkan pengumuman sebagai tidak pantas dalam situasi itu.

    “Pengumuman itu dibuat oleh seorang wasit yang kesal, tetapi itu adalah tindakan yang tidak pantas dalam situasi yang melibatkan hidup seseorang. Kami mohon maaf," katanya, seperti dilansir The Star pada 6 April 2018.

    Sementara itu, juru bicara pemkot setempat, Noriko Miwa, mengatakan walikota telah dirawat di rumah sakit dan sekarang dalam kondisi stabil.

    "Kami sangat menghargai para wanita yang memberikan pertolongan pertama. Kami tidak tahu siapa mereka, tetapi ingin mengucapkan terima kasih secara langsung," kata juru bicara itu.

    Sumo adalah olahraga kuno dan tradisional dengan upacara kaku, yang sebagian besar tetap tidak berubah selama berabad-abad. Namun, jumlah penonton acara ini menurun dalam dua dekade terakhir.

    Dalam beberapa bulan terakhir serangkaian skandal telah mencoreng reputasi olahraga Jepang ini. Seorang mantan yokozuna, yang merupakan peringkat teratas dalam sumo, dipaksa pensiun pada Desember setelah terkena tuduhan menyerang pegulat yang lebih muda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.