Kisah Persahabatan Tragis Park Geun-hye Berujung di Penjara

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan warga Korea Selatan membentangkan poster saat melakukan aksi protes menuntuk pengunduran diri Presiden Park Geun-hye di Seoul, Korea Selatan, 12 November 2016. Park sejauh ini sudah menyampaikan dua kali permintaan maaf ke publik, namun tampaknya gagal menenangkan kemarahan publik terkait skandal tersebut. AP/Lee Jin-man

    Ratusan warga Korea Selatan membentangkan poster saat melakukan aksi protes menuntuk pengunduran diri Presiden Park Geun-hye di Seoul, Korea Selatan, 12 November 2016. Park sejauh ini sudah menyampaikan dua kali permintaan maaf ke publik, namun tampaknya gagal menenangkan kemarahan publik terkait skandal tersebut. AP/Lee Jin-man

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, dijatuhi hukuman 24 tahun penjara atas 16 dakwaan, yang semuanya berakar dari penyalahgunaan kekuasaan. Ia juga dihukum membayar denda US$ 17 juta atau sekitar Rp 248,2 miliar.

    Putusan itu dikeluarkan pengadilan di Seoul hari ini, Jumat, 6 April 2018. Sidang pembacaan putusan ditayangkan televisi selama hampir dua jam.

    Baca: Eks Presiden Korea Selatan Park Geun-hye Divonis 24 Tahun Penjara

    Di depan hakim, kursi terdakwa kosong. Park dan pengacaranya menolak menghadiri pembacaan putusan hakim. Sejak Oktober tahun lalu, presiden perempuan pertama Korea Selatan ini memboikot persidangan. Ia memilih tinggal di dalam selnya di penjara.

    Park menyalahgunakan kekuasaannya karena tidak mampu bersikap tegas pada sahabat lamanya, Choi Soon-sil, yang sudah lebih dulu dijatuhi hukuman penjara 20 tahun. Hukuman Park lebih berat empat tahun dibanding sahabatnya itu.

    Choi, 60 tahun, memanfaatkan Park untuk menekan perusahaan raksasa Korea Selatan, Samsung, agar mendonasikan jutaan dolar dananya untuk dialirkan ke beberapa yayasan yang didirikan Choi. Ia memanfaatkan jabatan Park untuk meraup uang.

    Presiden Korea Selatan Park Geun-hye. REUTERS/Lee Jae-Won

    Baca: Tragisnya Jalan Hidup Park Geun-hye, Presiden Korea Selatan  

    Choi bahkan disebut sebagai presiden bayangan. Jalinan persahabatan kedua perempuan ini selama 40 tahun membuat Park tak mampu menepis intervensi Choi, yang bahkan disebut ikut menentukan kebijakan pemerintahan Park.

    Mendapat hukuman selama hampir seperempat abad bukan berarti peluang bebas Park habis. Pengadilan masih memberikan kesempatan untuknya mengajukan banding dalam satu minggu ini.

    Namun, jika bandingnya ditolak, seperti dikutip dari Quartz, 6 April 2018, berarti Park harus menjalani hidupnya selama 24 tahun di penjara. Ia baru bebas dari hukuman pada usia 90 tahun.

    Baca: Wanita Ini 'Presiden Bayangan' Pemicu Krisis Politik Korsel  

    Sepertinya, Park menjadi satu-satunya Presiden Korea Selatan yang akan menjalani masa hukuman secara penuh tanpa pengampunan. Berbeda dengan dua presiden sebelumnya yang dihukum karena terbukti korupsi dan terlibat kejahatan lain, yakni Roh Tae-woo dan Chun Doo-hwan, yang menerima pengampunan pada 1997.

    Sedangkan Presiden Korea Selatan lain yang dijerat kasus korupsi, Roh Moo-hun, bunuh diri saat kasusnya diselidiki pada 2009.

    Berita terbaru, presiden yang digantikan Park, Lee Myung-bak, telah ditangkap bulan lalu untuk tuduhan serupa, yakni korupsi.

    Park Geun-hye menjadi Presiden Korea Selatan ketiga yang terjerat kasus korupsi dan digelandang ke penjara. Ironisnya, ia menjadi presiden pertama Korea Selatan yang dimakzulkan karena kasus penyalahgunaan kekuasaan sebagai presiden.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.