Partai Mahathir Dibubarkan, Nasib Koalisi Partai Oposisi Ngambang

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim (keempat kanan), membacakan doa untuk ayahnya Ibrahim Abdul Rahman yang meninggal diusia 96 tahun, saat berada di rumahnya di Kuala Lumpur, Malaysia, 5 April 2015.  AP/Joshua Paul

    Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim (keempat kanan), membacakan doa untuk ayahnya Ibrahim Abdul Rahman yang meninggal diusia 96 tahun, saat berada di rumahnya di Kuala Lumpur, Malaysia, 5 April 2015. AP/Joshua Paul

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga pendaftaran partai politik Malaysia, RoS membubarkan sementara partai politik yang didirikan mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad hari ini, sementara koalisi partai politik oposisi di bawah payung Pakatan Harapan tak kunjung direstui RoS.

    Baca: Malaysia Bubarkan Partai Didirikan Mahathir Mohamad, Kenapa?

    Koalisi partai Pakatan Harapan terdiri dari Partai Keadilan Rakyat atau PKR, DAP, dan Partai Amanah Negara. Partai Pribumi Bersatu Malaysia yang didirikan Mahathir turut berkoalisi di bawah payung Pakatan Harapan.

    RoS hingga saat ini belum juga menyetujui pendaftaran koalisi ini, seperti dikutip dari The Star, 5 April 2018. Sehingga dalam pemilu ini Pakatan tidak dapat menggunakan logo resminya. Logo yang boleh digunakan hanya logo PKR yang didirikan tokoh oposisi Datuk Seri Anwar Ibrahim.

    Baca: Mahathir Galang Kekuatan Oposisi Desak PM Najib Mundur  

    Tidak ada penjelasan resmi kenapa RoS belum memberikan persetujuan atas pendaftaran koalisi Pakatan Harapan. Sehingga Pakatan Harapan melakukan uji materi pada 21 Februari 2018 untuk meminta pengadilan memaksa RoS untuk segera menanggapi surat Pakatan Harapan untuk mendaftarkan koalisinya.

    Dalam permohonannya, Pakatan Harapan mengatakan sudah 3 kali surat dilayangkan ke RoS untuk permintaan mendaftarkan koalisi partainya sesuai Societies Act tahun 1966. Surat pertama bertanggal 28 Juli 2017 , lalu 21 Agustus 2017 dan terakhir 6 Februari 2018. Tak satu suratpun dibalas. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.