Malaysia Cegat Kapal Pengangkut 56 Pengungsi Rohingya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Malaysia Cegat Kapal Pengangkut Muslim Rohingya

    Malaysia Cegat Kapal Pengangkut Muslim Rohingya

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pihak berwenang Malaysia mencegat perahu yang diyakini membawa 56 pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar. Kepala Angkatan Laut Malaysia, Ahmad Kamarulzaman Ahmad Badaruddin menjelaskan, perahu motor itu dicegat setelah memasuki perairan Malaysia. Perahu itu saat ini disandarkan di pulau resor utara Langkawi.

    Baca: Myanmar Melarang Pengungsi Rohingya Kembali, Kenapa...

    Menurut Badaruddin, semua penumpang selamat saat ditemukan pihak berwenang, namun mereka tampak lelah dan kelaparan. Selain itu kondisi perahu sangat buruk setelah melakukan perjalanan dari Thailand di tengah cuaca yang kurang baik.

    Perahu itu sempat bersandar di di Thailand selatan pada Ahad untuk perbaikan dan bahan bakar serta membeli persediaan makanan sebelum melanjutkan perjalanan ke Malaysia.

    Baca: Investigasi Reuters: Cerita Pembantaian 10 Muslim Rohingya

    Kepala Badan Penindakan Maritim Malaysia Zulkifili Abu Bakar mengatakan, para pengungsi Rohingya itu terdiri dari 19 wanita, 17 pria, 12 anak laki-laki dan delapan perempuan. Mereka akan diserahkan kepada pihak imigrasi untuk alasan kemanusiaan.

    "Kapal dan penumpangnya akan diserahkan ke otoritas imigrasi di Kedah," kata Zulkifli seperti dilansir Time pada 4 April 2018.

    Ahmad Tarmizi Sulaiman, Wakil presiden Malaysian Consultative Council for Islamic Organization, menjelaskan, pihaknya menerima panggilan dari penjaga pantai untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi Rohingya pada hari Selasa, 3 April 2018. Para pengungsi kemudian mendapatkan perawatan medis dan kebutuhan dasar seperti makan dan pakaian. 

    Baca: Kisah Horor Penemuan 5 Kuburan Massal Rohingya di Myanmar

    Sekitar 700.000 warga Rohingya melarikan diri dari negara bagian Rakhine, Myanmar barat ke Bangladesh dalam tujuh bulan terakhir untuk menghindari kampanye kontra-pemberontakan brutal oleh tentara Myanmar. Rohingya, diperlakukan sebagai orang yang tidak diinginkan di Myanmar yang mayoritas beragama Budha.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.