Selasa, 23 Oktober 2018

Militer Cina dan Rusia Bersatu Hadapi Amerika?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Kehormatan menyambut kedatangan Menteri Pertahanan Cina, Wei Fenghe di Moskow, yang disambut Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu. SCMP

    Pasukan Kehormatan menyambut kedatangan Menteri Pertahanan Cina, Wei Fenghe di Moskow, yang disambut Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu. SCMP

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketegangan yang meningkat antara Cina dan Rusia dengan Amerika Serikat dalam persaingan militer di Laut Cina Selatan dan perang dagang memunculnya kerja sama militer baru.

    Menteri Pertahanan Cina, Jenderal Wei Fenghe, mengatakan negaranya meningkatkan kerja sama militer dengan Rusia saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu.

    Baca: Perang Dagang Dimulai, Cina Balas Tarif Impor Amerika

    Media SCMP melansir pernyataan Wei ini sebagai pernyataan berani yang langka saat melakukan kunjungan kerja ke Moskow pada Selasa, 3 April 2018.

    Pasukan Kehormatan menyambut kedatangan Menteri Pertahanan Cina, Wei Fenghe di Moskow, yang disambut Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu pada Selasa, 3 April 2018. VCG/Vadim Savitsky

    “Saya mengunjungi Rusia sebagai menteri Pertahanan baru Cina untuk menunjukkan kepada dunia perkembangan tingkat tinggi hubungan bilateral kedua negara,” kata Wei seperti dilansir CNN, 3 April 2018. “Ini juga untuk menunjukkan kerja sama pasukan bersenjata kedua negara dalam kerja sama strategis.”

    Baca: Kapal Penghancur Amerika Datang, Cina Meradang

    Wei melanjutkan,”Cina datang ke Moskow untuk menunjukkan kepada AS dekatnya hubungan militer antara kedua negara Cina dan Rusia. Kami datang untuk mendukung Anda.”

    Menurut Wei kedatangannya ini juga untuk menunjukkan kepada Moskow bahwa kedua negara memiliki kepentingan dan posisi sama dalam isu-isu di panggung internasional.

    Menanggapi pernyataan tegas Wei ini, Menhan Shoigu mengatakan kedatangan ini bakal memperdalam hubungan militer kedua negara. “Ini juga menggaris-bawahi karakter khusus dari hubungan Rusia dan Cina.”

    Pertemuan ini, media SCMP melansir, menunjukkan kedua negara telah membangun kerja sama strategis sebagai oposisi atas kekuatan dominasi unipolar, yang menurut Rusia dan Cina diwakili AS.

    Sejak beberapa tahun terakhir, Cina melakukan modernisasi teknologi pertahanan dengan menggunakan berbagai jenis senjata baru buatan domestik seperti satelit mata-mata, electromagnetic weapon system hingga laser berkekuatan tinggi. Sejumlah produk domestik BUMN pertahanan Cina ini dipamerkan di sejumlah akun Youtube. Sedangkan Rusia baru-baru ini kembali melakukan uji coba rudal balistik Setan 2, yang diklaim bisa menghancurkan sistem pertahanan antirudal NATO.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.