Putranya Akui Hak Israel, Raja Salman Tegaskan Dukung Palestina

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud saat melakukan tarian pedang tradisional Ardha dalam festival Budaya Janadriyah di Riyadh, Arab Saudi, 20 Februari 2018. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

    Aksi Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud saat melakukan tarian pedang tradisional Ardha dalam festival Budaya Janadriyah di Riyadh, Arab Saudi, 20 Februari 2018. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaRaja Salman menegaskan kembali dukungan Kerajaan Arab Saudi untuk pembentukan negara Palestina. Penegasan itu dilakukan setelah ahli warisnya, Mohammed Bin Salman, mengatakan Israel layak untuk hidup damai di atas Tanah Airnya sendiri.

    Penegasan ulang Raja Salman itu disampaikan pihak Kerajaan Arab Saudi pada Selasa, 3 April 2018, saat mengumumkan percakapan telepon antara Raja Salman dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

    Baca: Raja Salman Dukung Palestina Soal Yerusalem di Sidang Umum PBB

    "Raja Salman menegaskan kembali sikap teguhnya pada isu Palestina dan hak sah rakyat Palestina untuk sebuah negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya," demikian pengumuman pihak Kerajaan Arab Saudi, mengutip pernyataan Raja Salman, seperti dilansir Middle East Eye pada Rabu, 4 April 2018.

    Mohammed bon Salman bertemu dengan pendiri Bloomberg dan bekas Wali Kota New York City, Michael Bloomberg. [Anadolu/Saudi Kingdom Council/Handout]

    Laporan itu tidak merujuk pada komentar oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam wawancara yang dipublikasikan pada Senin oleh majalah AS The Atlantic, yang merupakan sinyal terbaru adanya kedekatan antara Arab Saudi dan Israel.

    Baca: Gagal di Perang Yaman, Raja Salman Pecat Pejabat Militer

    Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Jeffrey Goldberg dari The Atlantic pada Senin, 2 April 2018, Pangeran Mohammed meyakini warga Yahudi memiliki hak penuh di atas tanah air leluhur mereka.

    “Saya percaya bangsa Palestina dan Israel memiliki hak atas Tanah Air mereka. Tapi kita harus memiliki perjanjian perdamaian untuk memastikan stabilitas keamanan bagi semua dan memiliki hubungan yang normal,” kata Mohammed seperti dilansir Reuters, Selasa, 3 April 2018.

    Mohammed juga mengatakan tidak keberatan dengan agama yang dianut mayoritas warga Israel, yang hidup berdampingan dengan Palestina. Ini selama situs suci Muslim utama di Yerusalem yaitu kompleks masjid Al-Aqsha dilindungi.
     
    Pangeran Mohammed Bin Salman mengunjungi markas Virgin Galactic Company dengan didampingi pendiri Virgin Group, Richard Branson. Dia juga menyambangi Mojave Air and Space Port. (SPA)

    Saat berbicara dengan Trump melalui sambungan telepon pada Senin malam, 2 April 2018, Raja Salman menekankan perlunya proses perdamaian lebih lanjut.

    Percakapan telpon itu dilakukan setelah pasukan Israel menewaskan 17 warga Palestina pekan lalu saat terjadi unjuk rasa di sepanjang pagar perbatasan Israel-Gaza.

    Arab Saudi, yang merupakan negara tempat lahirnya ajaran Islam, dan Israel belum memiliki hubungan diplomatik formal. Reuters melansir keduanya menjalin hubungan diam-diam di belakang layar dalam beberapa tahun terakhir. Kedua negara itu menekankan sama-sama melihat Iran sebagai ancaman terbesar dan Amerika Serikat sebagai sekutu kuncinya. Raja Salman merupakan pengganti Raja Abdulla, abangnya, sejak Januari 2015.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.