Pejabat Korea Utara Minta Maaf ke Jurnalis Korea Selatan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kim Jong Un berbicara dengan Red Velvet. (Yonhap News)

    Kim Jong Un berbicara dengan Red Velvet. (Yonhap News)

    TEMPO.CO, Jakarta – Seorang pejabat tinggi Korea Utara menyampaikan permintaan maaf kepada rombongan reporter Korea Selatan karena membatasi kegiatan jurnalistik.

    Ini terjadi karena rombongan Korea Selatan tidak bisa meliput acara konser K-Pop yang digelar di Pyongyang dan dihadiri Kim Jong Un, pemimpin tertinggi negara itu.

    Baca: Asian Games 2018: Korea Utara dan Selatan Lakukan Defile Bersama

    “Kami berkewajiban untuk membantu jurnalis dari Selatan untuk melakukan liputan yang bebas dan nyaman dalam merekam. Itu tindakan yang keliru untuk menghambat liputan bebas media dan kegiatan merekam,” kata Kim Yong-chol, yang pejabat Partai Pekerja Korea Utara yang mengurusi hubungan dengan Korea Selatan, seperti dilansir kantor berita Yonhap dari Korea Selatan, Senin, 2 April 2018.

    Baca: Manggung di Korea Utara, Red Velvet Foto Bareng Kim Jong Un

    Menurut Kim Yong-chol acara konser pada Ahad, 1 April 2018, itu merupakan accara khusus yang dihadiri Kim Jong Un. “Saya kira ada kerja sama yang kurang pas antara para penjaga Ketua dengan penyelenggara konser,” kata Kim Yong.

    Sejumlah penyanyi Korea Selatan berkolaborasi menyanyikan lagu berjudul Our Wish Is Unification dalam konser gabungan Korea Selatan dan Korea Utara di Ryugyong Jong Ju Yong Gymnasium di Pyongyang, Korea Utara, 3 April 2018. Korea Pool/Yonhap via REUTERS

    Permintaan maaf secara terbuka merupakan hal yang nyaris tidak pernah dilakukan pejabat Korea Utara apalagi terhadap negara lain.    Kim Yong Chol, pada Senin, 2 April 2018, mengunjungi hotel tempat menginap para jurnalis Korea Selatan dan langsung menyampaikan permintaan maaf.  

     "Atas nama otoritas Korea Utara, saya minta maaf dan berharap Anda memahami kesalahan yang dibuat," kata Kim Yong seperti dilansir New York Times.

    Pada Minggu sore, beberapa wartawan Korea Selatan dilarang memasuki ruang konser oleh para penjaga. Pemerintah Korea Selatan kemudian mengajukan protes atas peristiwa ini karena jurnalis merupakan bagian dari rombongan yang diundang ke Korea Utara.

    Wakil Ketua Komite Pusat Partai Pekerja Korea Utara (WPK) Kim Yong Chol, Menteri Kebudayaan Do Jong-hwan, dan kepala Samjiyon Orchestra Hyon Song Wol menikmati pertunjukan dari para penyanyi Korea Selatan dalam konser gabungan Korea Selatan dan Korea Utara di Ryugyong Jong Ju Yong Gymnasium di Pyongyang, Korea Utara, 3 April 2018. Korea Pool/Yonhap via REUTERS

    Menanggapi protes itu, Yong-chol menjelaskan bahwa tindakan itu dilakukan oleh pengawal pribadi Kim Jong Un. Dia meminta maaf atas lemahnya kordinasi antara faksi-faksi keamanan di internal pemerintah Pyongyang.

    Aksi luar biasa dari seorang pejabat senior itu telah mencerminkan usaha Korea Utara dalam menangani ketegangan politik Semenanjung Korea yang mana Jong-un memulainya pada Februari dengan mengirim delegasi ke Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan.

    Namun, permohonan maaf Korea Utara itu dianggap lebih menarik bukan hanya karena negara itu tidak memiliki kebebasan pers tetapi juga karena datangnya dari Kim Yong-Chol, seorang kepala militer yang dianggap keras.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.