DK PBB Akhirnya Diizinkan Masuk Myanmar

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ke-10 pria Rohingya yang ditangkap sebelum dibantai warga Buddha dan tentara Myanmar di Inn Din, Rakhine, Myanmar, 2 September 2017. Di antara 10 pria Rohingya tersebut merupakan nelayan, penjaga toko, seorang guru agama Islam dan dua remaja pelajar sekolah menengah atas berusia belasan tahun. Laporan pembantaian ini ditulis oleh dua wartawan yang kini diadili pemerintah pimpinan Aung San Suu Kyi. REUTERS

    Ke-10 pria Rohingya yang ditangkap sebelum dibantai warga Buddha dan tentara Myanmar di Inn Din, Rakhine, Myanmar, 2 September 2017. Di antara 10 pria Rohingya tersebut merupakan nelayan, penjaga toko, seorang guru agama Islam dan dua remaja pelajar sekolah menengah atas berusia belasan tahun. Laporan pembantaian ini ditulis oleh dua wartawan yang kini diadili pemerintah pimpinan Aung San Suu Kyi. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Myanmar akhirnya mengizinkan Dewan Keamanan PBB untuk mengunjungi negara itu setelah beberapa bulan melakukan protes. DK PBB telah mengusulkan kunjungan pada Februari lalu, tapi baru sekarang Myanmar memberi lampu hijau.

    Baca: Myanmar Hancurkan 55 Desa Rohingya di Rakhine

    Meskipun diberi izin, Presiden Dewan Keamanan PBB asal Peru, Gustavo Meza-Cuadra, tidak yakin, apakah pihaknya diizinkan mengunjungi Negara Bagian Rakhine, tempat minoritas muslim Rohingya tinggal dan mengalami berbagai kekerasan selama ini. 

    "Jelas, kami tertarik pada Negara Bagian Rakhine," kata Meza-Cuadra, seperti dilansir Channel News Asia pada Selasa, 3 April 2018.

    "Tidak ada yang lebih baik daripada kunjungan langsung untuk melihat bagaimana sebenarnya keadaan di sana."

    Baca: Myanmar Melarang Pengungsi Rohingya Kembali, Kenapa...

    Meza-Cuadra menuturkan perincian rencana perjalanan itu belum selesai, termasuk penetapan tanggalnya. Inggris, Kuwait, dan Peru menjadi tuan rumah kunjungan itu, termasuk kunjungan ke kamp pengungsi Rohingya di Cox's Bazar di Rakhine.

    Hampir 700 ribu muslim Rohingya melarikan diri dari Rakhine serta sekarang tinggal di sebuah kamp pengungsi yang padat dan kumuh di Bangladesh sejak tentara Myanmar melancarkan operasi pada Agustus tahun lalu.

    Pihak berwenang Myanmar mengatakan operasi di Rakhine bertujuan memberangus milisi, tapi Dewan Keamanan PBB menuntut warga Rohingya diizinkan kembali dengan selamat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.