Kamis, 15 November 2018

Retno Marsudi Umumkan Pembebasan 6 Sandera WNI di Libya

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, berbicara dengan keluarga enam orang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban sandera dari kelompok bersenjata Benghazi, Libya, saat penyerahan pada pihak keluarga di Kantin Diplomasi, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 2 April 2018. Enam anak buah kapal (ABK) itu disandera kelompok bersenjata Benghazi, Libya, sejak 23 September 2017 lalu. TEMPO/Subekti.

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, berbicara dengan keluarga enam orang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban sandera dari kelompok bersenjata Benghazi, Libya, saat penyerahan pada pihak keluarga di Kantin Diplomasi, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 2 April 2018. Enam anak buah kapal (ABK) itu disandera kelompok bersenjata Benghazi, Libya, sejak 23 September 2017 lalu. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan serah-terima 6 anak buah kapal atau ABK WNI kepada anggota keluarganya, pada Senin, 2 April 2018. Ke-6 ABK tersebut disandera oleh kelompok bersenjata di Benghazi, Libya sejak 23 September 2017. 

    “Kepada tim pembebasan saya mengucapkan terima kasih. Ini adalah hasil kerja sama Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, BIN, KBRI Tripoli dan KBRI Tunisia. Kami sempat berkomunikasi dengan para ABK ini untuk memastikan kondisi mereka,” kata Retno.

    Baca: Usai Pembebasan Sandera, Pemerintah Fokus Pengamanan Laut

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, berbicara dengan keluarga enam orang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban sandera dari kelompok bersenjata Benghazi, Libya, saat penyerahan pada pihak keluarga di Kantin Diplomasi, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 2 April 2018. Enam anak buah kapal (ABK) itu disandera kelompok bersenjata Benghazi, Libya, sejak 23 September 2017 lalu. TEMPO/Subekti. 

    Dalam keterangannya, Retno menjelaskan pembebasan ke-6 ABK WNI ini tidak mudah. Sebab ada faktor politik dan keamanan yang harus dipertimbangkan dan diperhitungkan dengan matang. Setelah pembebasan ini, Kementerian Luar Negeri berjanji akan membantu pemulihan hak-hak para ABK WNI tersebut.      

    “Tiada ucapan lain selain Alhamdulillah. Berkah dari Allah bisa membebaskan WNI ini,” katanya.   

    Retno menjelaskan sebanyak 6 ABK WNI dari kapal ikan berbendera Malta bernama Salvatore 6 di sandera saat sedang menangkap ikan di 72 mill dari garis pantai Libya perairan Banghazi. Ke-6 ABK tersebut berasal dari Jakarta, Blitar dan 4 orang lainnya dari Tegal. Lokasi penyanderaan di kapal yang dikemudikan para ABK itu sendiri. Total lama penyanderaan selama hampir 7 bulan.  

    Baca: Pembebasan Sandera di Papua, DPR: Harus Ada Proses Hukum

    Awalnya, total 7 orang yang disandera kelompok bersenjata Benghazi. Satu dari 7 sandera itu adalah kapten kapal warga negara Italia, yang dibebaskan sepekan setelah disandera karena membutuhkan insulin, yang tidak tersedia di Benghazi.                      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.