Malaysia Siapkan Dana RP 89 Miliar untuk Pengusaha Muda Cina

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. straitstimes.com

    Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. straitstimes.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pada Ahad, 1 April 2018, mengumumkan, pemerintah akan menyiapkan dana sebesar RM25 juta (Rp 89 miliar) untuk membantu pengusaha muda keturunan Cina. Pengumuman Najib ditentang oleh oposisi Pakatan Harapan.

    Laporan Channel News Asia menyebutkan, skema bantuan itu akan diberikan melalui kredit mikro E-commerce kepada pengusaha Malaysia keturunan Cina berusia antara 18-45 tahun yang ingin terlibat dalam usaha transformasi digital.

    Baca: Skandal 1MDB, Politikus Oposisi Malaysia 'Serang' PM Najib Razak

    Aktivis Koalisi untuk Pemilu Bersih dan Adil (BERSIH), memegang spanduk selama aksi 1MDB di Kuala Lumpur, Malaysia, 19 November 2016. Puluhan ribu warga Malaysia memakai T-shirt kuning untuk menuntut pengunduran diri PM Najib Razak. AP/Lim Huey Teng

    "Saya mendesak para pemuda Cina, pengusaha kecil dan menengah mengambil peluang emas ini untuk membuat transformasi digital yang Anda miliki berjaya dan turut ambil bagian dalam program Transformasi Nasional 2050 menjadi kenyataan," ucapnya saat peluncuran program ini pada Ahad kemarin.

    Program transformasi digital ini bagian dari ambisi Malaysia masuk menjadi 20 negara maju di dunia pada 2050.

    Najib dalam kesempatan tersebut mengatakan, program ini bakal rusak jika dihalangi oleh kelompok oposisi yang tergabung ke dalam Pakatan Harapan. Menurutnya, program ini sekaligus untuk memperbaiki hubungan antara Malaysia dengan Cina.

    Baca: Pilihan Raya Malaysia, Mahathir Mohamad Calon Perdana Menteri

    PM Malaysia Najib Razak. AP/Vincent Thian

    "Mereka (Pakatan Harapan) akan membatalkan kontrak dan kesepakatan yang telah kita capai dengan Cina jika mereka masuk ke dalam kekuasaan," kata Najib seperti dikutip The Sun.

    "Bayangkan jika hubungan Anda buruk dengan Cina? Negeri itu tidak akan membeli produk Anda, Cina tidak mau membeli minyak kelapa sawit Malaysia. Bayangkan, apa yang terjadi dengan ekonomi kita?"


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.