Wartawan Investigasi di India Diduga Tewas Dibunuh

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM India Manmohan Singh, tengah , menghormati bendera kebangsaan triwarna saat perayaan Hari Kemerdekaan India, di New Delhi, India, (15/8). (AP Photo/Saurabh Das)

    PM India Manmohan Singh, tengah , menghormati bendera kebangsaan triwarna saat perayaan Hari Kemerdekaan India, di New Delhi, India, (15/8). (AP Photo/Saurabh Das)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wartawan investigasi di sebuah distrik di wilayah tengah India ditabrak oleh sebuah truk. Peristiwa ini menarik perhatian terkait keamanan wartawan. 

    Dikutip dari www.aljazeera.com pada Sabtu, wartawan investigasi itu diketahui bernama Sandeep Sharma, 35 tahun, yang selama ini telah melaporkan pertambangan pasir ilegal di negara bagian Madhya Pradesh. Dia ditabrak di sebuah jalan di distrik Bhind dan dalam keadaan meregang nyawa saat dilarikan ke sebuah rumah sakit lokal.      

    “Kami sedang membuktikan kasusnya. Pengemudi truk sudah ditahan dan truk yang digunakan sudah disita,” kata Shailendra Singh Khushwaha, Wakil Inspektur dari kepolisian Bhind.   

    Baca : AJI Desak Pengusutan 10 Kasus Pembunuhan Wartawan

    Ilustrasi pembunuhan. ajsberg.com

    Baca: Kasus Pembunuhan Wartawan Udin Tidak Kedaluwarsa

    Sharma sebelumnya telah meminta perlindungan polisi karena merasa nyawanya terancam. Dia telah meyakini keterlibatan aparat kepolisian dalam mafia operasi pertambangan pasir. Sharma diketahui telah melakukan dua laporan jurnalistrik mengenai mafia pasir untuk sebuah stasiun TV, News World. 

    Dalam rekaman CCTV terlihat, sepeda motor yang sedang dikendarai Sharma tiba-tiba dilindas oleh sebuah truk yang berbelok. Presiden Klub Wartawan Bhind, Sathyanarayan Sharma, menggambarkan Sharma adalah seorang wartawan berani, yang menghadapi beberapa kali ancaman dari petugas kepolisian, yang telah dia ekspose beberapa bulan lalu.    

    Pertambangan pasir telah dinyatakan dilarang di hampir sebagian besar wilayah India. Meskipun otoritas – otoritas India telah menyangkal adanya operasi pertambangan pasir ilegal, namun laporan Reuters pada 2017 menyebut pertumbuhan industri dan ancaman yang dihadapi oleh orang-orang yang berusaha menutup tutup bisnis telah meningkat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.