Terungkap, Pohon Mahkota Duri Yesus Tahan Perubahan Iklim Ekstrim

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dr. Shabtai Cohen menyemprot air ke dahan berduri pohon Thorn Jujube di laboratoriumnya di Pusat Penelitian Pertanian Volcani di Beit Dagan, Israel, 8 Maret 2018.

    Dr. Shabtai Cohen menyemprot air ke dahan berduri pohon Thorn Jujube di laboratoriumnya di Pusat Penelitian Pertanian Volcani di Beit Dagan, Israel, 8 Maret 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Israel mengungkapkan pohon yang rantingnya berduri lalu dirangkai menjadi mahkota duri Yesus Kristus ketika akan disalibkan adalah jenis pohon yang sanggup melawan perubahan iklim  ekstrim.

    Pohon yang diberi nama Ziziphus Spina Chirsti  adalah sejenis tumbuhan unik yang dapat tetap bertahan hidup meski diterpa cuaca buruk. 

    Baca: Perubahan Iklim Picu Kepunahan Spesies Bumi

    Di tengah terik matahari menerpa lereng tandus di sekitar Yerusalam, pohon itu tidak terpengaruh dan justru berbuah banyak dan daunnya berwarna hijau. Pohon ini juga menyediakan makanan untuk lebah dan serangga. 

    Shabtai Cohen dari Pusat Penelitian Pertanian Vulkanik Israel yang meneliti perubahan iklim di perbukitan Yerusalem mempelajari tentang pohon Ziziphus Spina-Christi atau umumnya dikenal sebagai Thorn Jujube memiliki sifat tahan banting terhadap peningkatan suhu dan kegersangan.

    Baca: Begini Pentingnya Basis Ilmiah dalam Agenda Perubahan Iklim

    Cohen  dan peneliti lain dari Institut Nasional Prancis untuk Penelitian Pertanian dan para peneliti di Universitas Ibrani Israel percaya Thorn Jujube memiliki daya serap tinggi terhadap air dari bawah tanah. Selain itu pohon ini mempertahankan kemampuannya untuk berfotosintesis saat suhu tinggi dan radiasi matahari.

    "Ini adalah salah satu dari beberapa spesies yang dapat kita tanam di lereng-lereng tandus," kata Cohen seperti dilansir Reuters, Jumat, 30 Maret 2018. 

    Baca: Perubahan Iklim Bikin Oksigen di Laut Turun: Ini Dampak Seriusnya

    Menurut Cohen, dirinya akan mempelajari struktur dan sifat pohon itu untuk membantu pembiakan jenis serupa di masa depan. Para peneliti dan tentunya Cohen, berharap pohon yang rantingnya dipakai jadi mahkota Yesus Kristus,  dapat membantu mendukung kehidupan di daerah yang terancam oleh perubahan iklim ekstrim.

    REUTERS | HUFFINGTON POST|HINDUSTAN TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.