Trump Umumkan Segera Tarik Pasukan Amerika dari Suriah, Ada Apa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto ini yang dirilis pada 22 Februari 2018 oleh kelompok aktivis anti-pemerintah Suriah Ghouta Media Center, menunjukkan orang-orang Suriah memeriksa bangunan-bangunan mereka yang hancur akibat serangan udara pasukan pemerintah Suriah, di Ghouta, pinggiran kota Damaskus, Suriah. Sedikitnya 400 orang dinyatakan tewas sejak serangan pada 18-02-2018. (Ghouta Media Center via AP)

    Foto ini yang dirilis pada 22 Februari 2018 oleh kelompok aktivis anti-pemerintah Suriah Ghouta Media Center, menunjukkan orang-orang Suriah memeriksa bangunan-bangunan mereka yang hancur akibat serangan udara pasukan pemerintah Suriah, di Ghouta, pinggiran kota Damaskus, Suriah. Sedikitnya 400 orang dinyatakan tewas sejak serangan pada 18-02-2018. (Ghouta Media Center via AP)

    TEMPO.CO, Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat pengumuman mengejutkan bahwa pasukan khusus AS bakal segera keluar dari Suriah.

    Trump mengatakan ini saat berpidato di negara bagian Ohio, yang disiarkan siaran televisi. Dia mengklaim pasukan AS memenangi perang melawan pasukan teroris ISIS sehingga bisa segera pulang.

    Baca:  Gempuran Amerika Serikat ke Suriah Tewaskan 129 orang

    “Kita menghajar ISIS. Kita akan segera keluar dari Suriah, sesegera mungkin. Biarkan orang lain yang mengurusnya,” kata Trump sambil menambahkan,”Kita harus kembali ke negara kita sendiri.”

    Baca: Inggris Gabung Amerika Serikat Gempur Suriah

    AS menaruh sekitar 2000 pasukan, yang mayoritas adalah pasukan khusus. Mereka bekerja bersama pasukan Arab dan Kurdi untuk mengejar kantong-kantong pasukan ISIS di Suriah. Mayoritas pasukan AS berada di kawasan utara Suriah seperti Kota Manbij, yang berbatasan dengan Turki.

    Hope Hicks dipandang media AS sebagai “senjata rahasia” Trump ketika memutuskan maju sebagai calon presiden AS pada pemilu 2016 lalu. REUTERS/Kevin Lamarque

    Pernyataan Trump ini mirip dengan pernyataan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang pada tahun lalu mengatakan pasukannya telah memenangkan perang melawan pasukan ISIS di Suriah.

    Putin juga menyatakan bakal segera mengurangi pasukan Rusia, yang mendukung rezim Presiden Bashar Al-Assad, untuk melawan kelompok pemberontak dan ISIS. Namun, Putin bakal tetap menaruh pasukan di pangkalan udara untuk mempertahankan kehadiran Rusia di sana.

    Menurut media Al Jazeera, Trump mengeluhkan besarnya pengeluaran tahunan AS untuk perang di Timur Tengah tapi tidak mendapatkan imbalan apapun.

    Lewat cuitannya di akun Twitter @realdonaldtrump, Trump mengkritik uang triliunan dolar atau ribuan triliun pajak seharusnya digunakan untuk membangun negara sendiri dan bukan untuk negara lain.

    “Washington menghabiskan uang trilunan dolar membangun negara-negara lain sementara membiarkan infrastruktur kita berantakan. Tidak lagi! Ini saatnya untuk MEMBANGUN. Dan kita akan melakukannya menggunakan TENAGA KERJA Amerika, KEGIGIHAN Amerika dan KEBANGGAAN Amerika,” kata Trump. Trump kerap mencuit menggunakan huruf kapital sebagai penekanan pesannya kepada rakyat Amerika.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.