Paus Fransiskus Kecam Kelompok Mafia sebagai Katolik Palsu

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus memberkati umat saat memimpin prosesi misa Minggu Palma di Saint Peter's Square, Vatikan, 25 Maret 2018. Misa Minggu Palma merupakan pembuka rangkaian pekan suci memperingati wafat dan bangkitnya Isa Almasih. REUTERS/Tony Gentile

    Paus Fransiskus memberkati umat saat memimpin prosesi misa Minggu Palma di Saint Peter's Square, Vatikan, 25 Maret 2018. Misa Minggu Palma merupakan pembuka rangkaian pekan suci memperingati wafat dan bangkitnya Isa Almasih. REUTERS/Tony Gentile

    TEMPO.CO, VatikanPaus Fransiskus mengecam kelompok mafia Italia dan kriminal lainnya dengan menyebut kelompok gangster sebagai sekelompok orang yang membawa kematian di dalam jiwa mereka. Mereka ini tidak bisa disebut sebagai orang Katolik.

    Dalam khotbah rutin pekanan di lapangan St Peter, Vatikan, Paus menuding kelompok kriminal mafia sebagai orang-orang Kristen palsu. Mereka ini berpura-pura saleh tapi menjalani hidup yang rusak.

    Baca: Sebut Paus Fransiskus Diktator, Ksatria Perang Salib Diskors

    “Orang-orang Kristen palsu ini akan berakhir dengan buruk,” kata Paus di hadapan puluhan ribu jamaah seperti dilansir media Telegraph, Rabu, 28 Maret 2018.

    Dalam khotbahnya, Paus Fransiskus mengatakan,”Mari kita berpikir mengenai apa yang terjadi di sini di rumah, mari berpikir mengenai orang-orang Kristen mafia.”

    Paus melanjutkan,”Mereka tidak memiliki nilai Kristiani di dalam dirinya. Mereka mengklaim sebagai orang Kristen tapi mereka membawa kematian di dalam jiwanya. Kita doakan mereka.”

    Baca: Paus Fransiskus Serukan Kaum Muda Tetap Meneriakkan Suara Hati

    Menurut media Telegraph, Paus kerap mengecam kelompok mafia selama masa kepausannya lima tahun ini.

    Banyak anggota kelompok kriminal Cosa Nostra di Sicily, Ndrangheta di Calabria dan Camorra di Naples, mengaku sebagai orang Katolik, datang ke gereja dan anak-anaknya di baptis.

    Sekelompok don mafia juga mencantumkan nama orang suci dalam ritual rahasia mereka.

    Sikap tegas Paus dan kecaman terbuka terhadap kelompok kriminal ini bukan bersifat insidental tapi terus menerus.

    “Sebagian pendeta cenderung mengabaikan fenomena mafia ini. Tapi ini semua berubah dan akan berubah. Kita mengecam mafia bukan hanya sekali tapi seterusnya,” kata Paus Fransiskus dalam sebuah wawancara dengan sebuah media Italia pada 2014.

    Dalam sebuah kunjungan ke Kota Calabria, Italia, yang menjadi pusat penjualan obat terlarang kelompok mafia Ndrangheta, Paus Fransiskus menyatakan kelompok gangster terkena ekskomunikasi atau pengucilan oleh gereja karena melakukan kriminalitas.

    Paus Fransiskus menuding jaringan kelompok kriminal terorganisir memuja kejahatan.

    “Mereka yang menjalani hidupnya mengikuti jejak kejahatan, seperti kelompok mafia, tidak bersama Tuhan. Mereka diekskomunikasi. Kejahatan ini harus dilawan,” kata Paus.

    Beberapa tahun lalu, Paus Fransiskus juga mengimbau kelompok kriminal mafia bertobat dari kejahatannya agar terhindar dari kutukan abadi di neraka.

    “Lelaki dan perempuan dari kelompok mafia, mohon ubah cara hidup kalian, berubahlah, berhenti melakukan kejahatan,” kata Paus Fransiskus dalam sebuah acara doa bersama dengan para korban mafia.

    “Kekuasaan, uang yang kalian peroleh dari kegiatan kotor, dari kejahatan mafia yang begitu banyak, uang berdarah, kekuasaan berdarah, kalian tidak akan mampu membawanya ke kehidupan berikutnya.”

    Menurut media Catholic News Agency, perayaan Paskah sebagai perayaan paling penting bagi warga Katolik. Paus Fransiskus berpesan orang-orang yang mengijinkan dirinya menjalani transformasi oleh kebangkitan Yesus maka tidak bisa rusak meskipun masih berdosa.

    “Kita berharap pengampunan dari Tuhan. Sementara orang Kristen palsu berpura-pura meminta pengampunan tapi hatinya busuk. Orang Kristen palsu akan berakhir buruk,” kata Paus Fransiskus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.