PM Israel Benjamin Netanyahu Ajukan RUU Pelarangan Azan

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak Palestina dari Gaza bersujud dekat masjid Al Aqsa. Getty Images

    Seorang anak Palestina dari Gaza bersujud dekat masjid Al Aqsa. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meminta para pemimpin partai koalisi mendesak parlemen meloloskan Undang-Undang Pelarangan Azan. Demikian kabar dari situs berita Arab48 seperti dikutip Middle East Monitor.

    Baca: Parlemen Israel Terima Draf RUU Pelarangan Azan

    Seorang anak Palestina dari Gaza bersujud dekat masjid Al Aqsa. Getty Images

    "RUU ini ditangguhkan sekitar satu tahun setelah sempat dibacakan di Knesset," tulis Middle East Monitor.

    Para pengamat berharap usulan Netanyahu itu ada perbaikan terkait dengan krisis di internal koalisi karena ditentang oleh partai-partai Yahudi Ortodoks.

    Di antara isi RUU tersebut antara lain, melarang umat muslim menggunakan pengeras suara masjid untuk panggilan azan. Umat muslim juga tidak boleh menggunakan pengeras suara pada pukul 23.00 malam hingga 07.00 pagi sebab dianggap dapat mengganggu kegiatan ritual Yahudi Ortodoks.Sheikh Najeh Bkeerat, Direktur Waqaf Masjid Al Aqsa. [Middle East Monitor]

    "Pelanggar akan dikenakan denda sebesar US$3000 atau sekitar Rp 41 juta)."

    Baca: Gara-gara Pengeras Suara, Imam Palestina Didenda Rp 2,6 Juta

    Sebelumnya, pada 2016, otoritas Israel mengeluarkan pelarangan bagi umat muslim mengumandangkan azan subuh dari tiga masjid di Yerusalem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.