Penerima Beasiswa BSBI Ini Ingin Tinggal di Indonesia

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Luar Negeri meresmikan pembukaan beasiswa BSBI ke 16, 28 Maret 2018. Total 72 peserta terpilih dari 46 negara Eropa, Asia Pasifik dan Asia Tenggara. TEMPO/Suci Sekarwati

    Kementerian Luar Negeri meresmikan pembukaan beasiswa BSBI ke 16, 28 Maret 2018. Total 72 peserta terpilih dari 46 negara Eropa, Asia Pasifik dan Asia Tenggara. TEMPO/Suci Sekarwati

    TEMPO.CO, Jakarta - Kegembiraan terlihat jelas di wajah Kamel Salameh, 23 tahun. Dia berhasil terpilih sebagai peserta pertama Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia dari Yordania, satu dari lima negara tambahan untuk berpartisipasi dalam program BSBI 2018. 

    Hal lain yang membuatnya gembira, yakni dia akan menghabiskan bulan puasa untuk pertama kalinya di Indonesia. Meski Yordania adalah negara Islam, namun Kamel menyebut ramadan di Indonesia dan Yordania akan sangat berbeda. 

    "Saya suka sekali dengan Indonesia. Orang Indonesia baik-baik, rendah hati dan di sini toleransinya sangat tinggi. Di Yordania, kondisinya lebih ketat. Saya bahkan ingin suatu hari nanti menetap di sini, iklimnya pun tidak jauh berbeda dengan Yordania," kata Kamel, kepada Tempo, 28 Maret 2018. 

    Kamel Salameh, 23 tahun, peserta pertama beasiswa BSBI asal Jordania. [TEMPO/Suci Sekarwati ]

    Kamel menceritakan, sudah lama mengenal Indonesia. Istri pamannya adalah orang Indonesia, yang tinggal di Yordania. Saat mengetahui program beasiswa 3 bulan BSBI ini, Kamel segera membuat lamaran dan rela mengajukan cuti kuliah demi menginjakkan kaki ke Indonesia. Melalui program ini, Kamel berharap bisa lebih tahu segala hal tentang Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.